Lubang Sewu Erorejo, Grand Canyon Mini Yang Ada di Jawa Tengah

Kalau kamu pernah mengunjungi kawasan Dieng, kawasan yang terkenal dengan sebutan Negeri di Atas Awan ini, pastinya kamu sudah tidak asing lagi mendengar pengakuan dari warga sekitar, backpacker atau para wisatawan bahwa Dieng adalah kawasan yang menyuguhkan keindahan alam yang tiada tara pesonanya. Kawasan Dieng sendiri berada di Kota Wonosobo, kota yang sejuk ini belakangan memiliki wisata yang masih terbilang baru yaitu Lubang Sewu Erorejo, sama halnya dengan Dieng, Lubang Sewu Erorejo ini memiliki pemandangan yang tak kalah menawannya.

Walaupun terbilang baru Lubang Sewu Erorejo ini mulai banyak diburu, utamanya berkat foto-foto keren yang tersebar di media sosial. Sehingga membuat warganet kepo ada apa di dalamnya, yang paling menjadi pusat perhatian yakni keindahan batu karangnya yang terlihat gagah seperti grand canyon, namun dalam versi mini. Bebatuan yang membentuk seribu lubang cantik inilah yang banyak diburu oleh wisatawan, ditambah keajaiban yang tampak saat matahari tenggelam.

Menurut sejarah, tempat ini sudah ada sejak zaman dahulu. Dan dijadikan sebagai tempat memancing ikan dari warga setempat, nama Lubang Sewu Erorejo sendiri asal muasalnya karena terlihat ribuan lubang dan batu yang terkikis oleh air seperti karang saat keadaan air surut. Destinasi wisata yang satu ini bisa dikatakan sebagai destinasi wisata musiman, karena kadang bebatuan tersebut tenggelam saat musim hujan.

Lokasi Lubang Sewu Erorejo sendiri berada di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobi, tepatnya berada di kawasan sekitar Waduk Wadaslintang. Rute untuk menuju lokasi ini kamu harus melalui perbatasan antara Wonosobo dan Kebumen, kalau kamu dari arah Kota Wonosobo maka kamu aka melewati arah Banjarnegara hingga sampai perempatan Sawangan, lalu melewati Kaliwiro dan menuju ke Wadaslintang, sudah terpampang jelas tulisan Desa Wisata Erorejo Lubang Sewu, jarak yang ditempuh jika melalui Wonosobo sekitar 43 km.

Bebatuan yang berjejer rapih dan berdiri gagah adalah daya tarik utama dari Lubang Sewu Erorejo ini, tapi selain itu terdapat beberapa objek yang bisa kamu nikmati yang tak kalah indahnya yaitu Keindahan Waduk Wadaslintang, Bebatuan lubang sewu itu sendiri, pemandangan matahari tenggelam di atas Waduk, lokasi pemancingan, gazebo dan masih banyak lagi lainnya.

Keunikan Pantai Jogan, Pantai Yang Berisikan Air Terjun

 

 

 

Kalau kamu sering mengunjungi tempat-tempat wisata berupa air terjun, adalah hal yang biasa dan umum terjadi kalau letak air terjunnya berada di daerah perbukitan, pegunungan atau berada dalam ketinggian. Tapi bagaimana jika terdapat air terjun yang berada di pantai? Jarang terjadi bukan? Tapi tenang saja, di Gunung Kidul air terjun semacam itu benar adanya. Nama tempat wisatanya yaitu Pantai Jogan.

Di Pantai Jogan ini kamu akan disuguhkan dengan dua pesona alam sekaligus dalam satu kawasan, keunikan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Pantai Jogan. Soal keindahan di dalamnya? Jangan ditanya, istiemewa dan sempurna deh pokonya. Saat kamu memasuki area Pantai Jogan ini, kamu akan disuguhkan dengan tebing-tebing tinggi yang sangat menawan.

O ya, soal air terjun yang dimaksudkan tadi tingginya sekitar 12 meter, air terjun tersebut beradal dari sebuah sungai yang mengalir dan langsung jatuh ke pantai, kamu bayangkan sendiri deh bagaimana keindahan pemandangan pantai yang diiringi dengan air terjun. Karena air terjun itu bersumber dari sungai maka airnya pun berjenis air tawar, debit airnya tergolong sedang kecuali ketika musim penghujan datang, volumenya akan bertambah.

Lokasi  Pantai Jogan ini terletak di Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika kamu datang dari arah kota, maka jarak yang mesti kamu tempuh sekitar 75 km. jalan menuju pantai Jogan arahkan kendaraan menuju ke pathuk, lanud gading, selanjutnya ke Jalan Baron ikuti saja jalan tersebut sejauh 15 km. Hingga, anda sampai di jalan pantai selatan jawa sejauh 7 km. Tak lama kemudian, kita akan masuk ke Pantai Siung. Ikuti papan petunjuk yang ada hingga sampai di titik lokasi. Rute menjuju pantai belum ada transportasi umum yang tersedia, jadi kamu dianjurkan untuk mengendarai kendaraan pribadi ya.

Di Pantai Jogan ini juga tersedia fasilitas atau wahana-wahana yang bisa kamu coba keseruannya, di antaranya ada Rappeling/Cannoying, Climbing. O ya, di sini juga sering terlihat keindahan kupu-kupu dalam jumlah yang banyak di sekitar karang, gerombolan kupu-kupu itu menghasilkan landskap yang memukau. Harga yang dikenakan untuk masuk ke Pantai Jogan ini sebesar 10 ribu rupiah, dan perlu kamu ketahui harga 10 ribu itu sudah termasuk tiket masuk ke pantai sebelahnya loh, yaitu Pantai Nglambor dan Pantai Siung loh.

 

Surganya Curug di Purworejo Ada di Curug Lumbung

Banyaknya foto-foto kece yang wara-wiri di lini sosial media tak sedikit yang dibuat penasaran, di mana lokasi tempat wisata tersebut, foto-foto itu menampilkan keindahan alam dengan latar belakang air terjun diiringi dengan bebatuan tinggi yang semakin terlihat eksotis. Penasaran? Ya, wisata air terjun yang dimaksud adalah Curug Lumbung Purworejo, objek wisata yang terletak dengan pemukiman warga ini menyuguhkan keinfahan sungai yang dikelilingi dengan tebing-tebing canti yang tingginya mencapai hingga 100 meter.

Curug ini berada di daerah Jawa Tengah, tepatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Walaupun nama Purworejo tidak sepopuler dengan nama-nama kota wisata seperti Yogyakarta misalnya, tapi nyatanya Curug Lumbung Purworejo ini tidak bisa diremehkan keindahannya yang mempesona.

Curug Lumbung ini terbilang agak tersembunyi, tapi kekuatan media sosial selalu mampu mengalahkan jarak bukan? Sepelosok apapun nama suatu daerah, jika ia memberikan suguhan foto yang instragammabel, sangat mudah bagi orang lain untuk ikut penasaran mencari lalu datang mengunjungi, faktanya foto-foto keren dengan latar Curug Lumbung ini semakin berseliweran di jagat media sosial.

Di Curug Lumbung ini kamu akan dibuat takjub dengan keindahan alamnya, diapit dengan dinding berupa batuan semakin membuatnya tampak eksotis. Bebatuan tersebut terlihat seperti bebatuan gepeng yang ditumpuk-tumpuk. Yang harus kamu ketahi, bentuk bebatuan itu benar-benar asli tanpa campur tangan manusia loh, keren banget kan? Soal air di curug ini? Jangan ditanya, dijamin sangat jernih deh, ditambah dengan suasananya yang sejuk membuat kamu benar-benar seolah menyatu dengan alam.

Harga tiket untuk masuk ke lokasi ini sangat murah, kamu tidak perlu membayar retribusi tiket dan hanya dikenakan biaya parkir saja, luar biasa bukan? O ya, untuk menuju ke lokasi ini, kamu harus berjalan kaki beberapa meter terlebih dahulu ya dari area parkir.

Brown Canyon di Semarang Tak Kalah Menawan Dengan Grand Canyon di Benua Amerika

 

 

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang menyuguhkan kekayaan alam yang melimpah, di dalamnya terdapat beberapa daerah atau kabupaten yang cukup populer di telinga para wisatawan. Ada Malang dengan Batu nya, Pacitan dengan pantainya dan masih banyak lagi.

Nah kali ini ada salah satu kabupaten di daerah Jawa Tengah yang juga tak kalah indahnya, yaitu Semarang. Di kota bandeng ini terdapat beberapa nama wisata yang cukup beken, di antaranya Kota Lama Semarang, Gereja Blenduk, Gunung Ungaran. Tapi bukan nama-nama itu yang akan kami bahas, melainkan Brown Canyon, salah satu tempat andalan untuk dijadian spot prewedding.

Kalau kamu familira dengan Grand Canyon, ngarai tebing-terjal yang menjadi salah satu icon di Benua Amerika sana, Brown Canyon digadang-gadang sebagai destinasi serupa hanya saja kamu tidak usah jauh-jauh ke sana, karena di Semarang juga ada kok. Karena di sana terdapat tebing-tebing tinggi yang memang sekilas nampak nyata menyerupai Grand Canyon.

Wisata alam Brown Canyon ini terbentuk akibat proses alam dan juga galian yang dilakukan oleh para penambang lebih dari 10 tahun, hinggi kini pun para penambang masih mengais rejeki dari sana. Para penambang itu umumnya datang dari Semarang dan Jawa Tengah, maka tak heran kawasan ini sebenarnya bukanlah kawasan wisata murni yang disediakan oleh pemerintah.

Brown Canyon ini fungsi awalnya memang bukan untuk wisata, melainkan hanya area perbukitan biasa dan tebing-tebing tinggi yang ada di daerah sekitar Rowosari di Tembalang. Kawasan ini seringkali menjadi buruan menarik para backpacker, hal itu tentu sangat beralasan karena kemegahan alamnya yang mempesona, serta hamparan tebing-tebing tinggi yang tidak banyak dimiliki tempat-tempat wisata lainnya, tentunya sangat mirip dengan Grand Canyon di Amerika. Tempat ini juga pernah masuk ke dalam acara My Trip My Adventure loh.

Serunya Berjalan di Atas Jembatan Kaca Caping Park

Jika Anda sedang berada di daerah Jawa Tengah, sebaiknya Anda mengunjungi salah satu destinasi menarik yang kini sedang ramai dikunjungi masyarakat. Tempat ini terdapat jembatan kaca yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung, nama tempat destinasi wisata itu adalah Caping Park. Caping Park ini cocok bagi kamu yang ingin mendapatkan spot-spot cantik dan instragammabel, terlebih lagi di sini juga nyali dan adrenalinmu bisa diuji loh. Karena jembatan kaca ini berada di ketinggian yang lumayan menegangkan.

Jembatan Caping Park ini baru diresmikan pada Juni lalu, namun peminatnya jangan diragukan loh, bahkan tempat yang satu ini terbilang jarang sepi dari para wisatawan, masyarakat sekitar pun menyambutnya dengan hangat. Ukuran jembatan di Caping Park itu sendiri selebar 2,5 meter dan panjang 17 meter, soal pemandangannya? Jangan ditanya, kamu akan dibuat betah deh di sini, apalagi bagi kamu yang suka eksis dengan berfotografi ria, dijamin view di sini sangat menjanjikan.

Lokasi Caping Park berada di daerah Purwokerto, Jawa Tengah, tepatnya di Jalan Raya Baturade, Desa Kebumen. Menurut pengelola wisata Caping Park di sini, jembatan kacanya mampu menahan beban hingga satu ton. Tapi bukan berarti kamu boleh ceroboh ya di sini, alias harus tetap hati-hati. Pengelolanya juga menyiapkan alas kaki khusus bagi para wisatawan yang ingin melintasi jembatan.

Di samping itu, keindahan alam Desa Kebumen bisa nikmati dari area Caping Park ini, sebagai pendukung agar hasil fotomu menarik dan lucu, di sini juga menyediakan properti yang bisa kamu gunakan, salah satu contohnya adalah boneka. Biaya untuk masuk ke wisata Caping Park ini yakni seharga Rp 20 ribu pada weekdays, dan Rp 25 ribu pada waktu weekend. Kami sarankan kepada Anda untuk tidak melewati bagaimana keindahan pemandangan kala malam hari di tempat wisata yang terkenal syahdu ini.

Bukit Kunir Bukit Terindah di Jawa Tengah

Menikmati keindahan mata terbit tak pernah habis diminati serta diburu para wisatawan, hal itu sangat beralasan karena memang cahaya senja selalu memberikan kehangatan serta keindahana yang tiada tara. Pemandangan seperti akan kamu dapatkan di Bukit Kunir, Purworejo, Jawa Tengah. Di sana kamu akan mendapatkan pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi dengan pemandangan matahari terbit dan terbenamnya.

Landskap sunset dan sunrise jika kamu mendapatkannya, dijamin instragammabel banget loh. Bukit Kunir sendiri berada di ketinggian sekitar 975 mdpl, tempat yang satu ini tergolong salah satu destinasi yang jarang sepi dari pengunjung. Selain sunset dan sunrisenya, dari Bukit Kunir ini kamu dapat panorama empat gunung sekaligu, yakni Gung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Merapi, 4 gunung favorit bagi para pendaki. Bukan cuma itu, dari Bukit Kunir juga kamu bisa menikmati keindahan Candi Borobudur dari ketinggian ini yang dikelilingi perbukitan.

Di Bukit Kunir juga sering dijadikan area perkemahan, malah seringnya tempat ini ramai di waktu-waktu sore hingga larut malam, karena pemandangan yang ditawarkan sungguh menawan. Sayang banget kalau kamu belum pernah mengunjungi tempat ini. Di Bukit Kunir kamu akan mendapati dua puncak, puncak pertama ini lebih banyak dikunjungi oleh para wisatawan, khususnya pada waktu weekend. Karena tempatnya cukup luas dan sering dijadikan mendirikan tenda, di sana kamu akan dikelilingi rumpu-rumput liar yang menawan.

Sedangkan puncak yang kedua di Bukit Kunir ini berupa batuan yang agak sempit, di sana juga terdapat jutang yang lumayan dalam, jadi kamu harus berhati-hari ya kalau lebih memilih puncak ini. Walaupun Bukit Kunir ini merupakan daerah yang sering dikunjungi para pendaki, kamu tetap bisa sampai ke puncaknya tanpa ingin lelah-lelah mendaki kok. Pasalnya terdapat juga medan yang bisa dilalui roda dua, tapi tetap harus waspada dan hati-hati ya, karena jalannya seringkali licin ketika musim hujan, sempit dan naik-turun. Tapi tak perlu khawatir, kamu dijamin tidak akan dibuat menyesal saat kali pertama datang ke Bukit Kunir ini.

Surga Air Terjun di Yogyakarta Bernama Curug Siluwok

Yogyakarta tidak sekadar tentang sebuah kota yang menyediakan banyak wisata budaya, kuliner, atau pantainya saja. Perlu Anda ketahui juga, Yogyakarta adalah satu tempat yang menyediakan banyak air terjun bak surga. Salah satunya yaitu Curug Siluwok, curug yang berada di salah satu kota wisata kebanggaan Yogya yakni di Kulon Progo ini, merupakan salah satu curug semakin ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Curug Siluwok ini berada di pinggir hutan yang sebagiannya dijadikan perkebunan yang juga milik warga setempat, dan sebagiannya lagi areanya dialihfungsikan sebagai tanah pertanian. Aliran Curug Silowok ini dialirkan ke sungai-sungai sekitar pedesaan yang kemudia dihubungkan dengan area persawahan.

Curug Siluwok ini tergolong curug yang tinggi tapi memiliki debit air yang tidak terlalu keras menghujam, sehingga aman untuk Anda yang ingin bermandi-mandi ria di sini. Ketinggian air terjunnya sendiri mencapai tinggi sekitar 20 meter, dan dengan kedalaman kolamnya yang tidak terlalu dalam, selagi dalam pengawasan, anak-anak pun cukup aman untuk berenang dan bermain air di sini.

Air terjun ini di kelilingin oleh terbing bebatuan yang tinggi, dengan pepohon hijau dan tentu sangat rindang. Jika Anda ingin berkunjung ke sini sebaiknya Anda memakai sandal gunung saja, dan membawa jas hujan, karena di sepanjang perjalan menuju ke Curug Silowok ini terbilang minim akan tempat berteduh jika hujan turun.

Curug Siluwok bisa dikatakan sebagai salah satu curug kebanggaan yang ada di Kabupaten Kulon Progo, karena memang curug satu ini menyuguhkan keindahan yang menjanjikan, Anda boleh membuktikannya. Sama halnya dengan curug-curug lain, untuk melihat keindahan airnya secara maksimal, sebaiknya Anda datang pada saat musim kemarau karena di musim hujan curug-curug biasanya akan terlihat lebih keruh.

Latar belakang curug ini sering dijadikan tempat foto prewedding loh, hal itu menandakan bahwa pemandangan yang disuguhkan di Curug Siluwok ini memang tidak mengecewakan. Jangan salahkan Curug Siluwok ya, kalau dia membuat Anda enggan untuk pulang cepat-cepat. hehe

Menikmati Paduan Pahatan Manusia dan Alam di Watu Giring Yogyakarta

Salah satu daerah kebanggaan yang dimiliki Yogyakarta ialah Kabupaten Gunung Kidul, karena di sana terdapat ragam destinasi wisata, bisa dikatakan kalau Gunung Kidul adalah daerah terlengkap dalam hal suguhan tempat-tempat wisata, mulai dari pantai-pantainya yang terkenal, dataran tinggi hingga wisata edukasi. Nah, kali ini Anda perlu mengetahui salah satu tempat wisata yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi, namanya Watu giring.

Watu Giring merupakan tempat wisata yang menawarkan deretan batu alam, hingga membentuk anak tangga atau biasa dikenal degan sebutan heritage megalitikum. Area itu memang sengaja dibuat oleh para penambang, dengan memotong-motong bebatuan tersebut sehingga terlihat artistik dan rapi. Dulunya Watu Giring ini biasa digunakan sebagai alas tiang penyangga rumah atau tembok rumah, penduduk setempat lebih mengenalnya dengan sebutan giring.

Aktifitas penambangan di sana pun sudah lama berhenti puluhan tahun silam, sehingga tinggal meninggalkan jejaknya saja. Jejak penambangan yang ditinggalkannya pun cukup beragam, mulai dari potongan-potongan yang berukuran kecil dan memanjang, sampai dengan ukuran yang cukup besar. Maka tak heran, kawasan wisata ini terlihat seperti bentuk candi kuno. Akan tetapi telah banyak ditegaskan pula oleh pengelola bahwa tempat wisata ini hanyalah bekas penambangan.

Hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Watu Giring ini, karena struktur bangunannya yang unik menyerupai candi, juga ditambah dengan penataannya yang apik dan cantik. Ditambah lagi, banyak yang mengatakan struktur bangunan Watu Giring ini latar belakangnya mirip seperti punden bertingkat ala Piramida Suku Maya. Bagi para fotografer dan penikmat selfie, spot ini sangat direkomendasikan loh untuk menambah koleksi foto-foto kenangan Anda.

Spot foto di Watu Giring ini akan terasa lengkap saat cuaca sedang cerah, karena Anda akan disuguhkan pemandangan menawan Gunung Merapi dari kejauhan, didukung dengan hijaunya pesawahan, pokoknya akan terasa istimewa deh. Saking indahnya, tak jarang spot di area ini sering dijadikan tempat foto prewedding.

Pantai Glagah Pantai Kebanggaan Kabupaten Kulon Progo Yang Akan Membuatmu Nagih Untuk Mengunjunginya

 

 

 

 

Kabupaten Bantul dan Kapubaten Gunung Kidul masih menjadi daerah favorit bagi para pelancong atau para wisatawan yang datang ke Yogyakarta, karena di dua kabupaten tersebut memang menyajikan banyak destinasi wisata, apalagi dengan wisata pantainya, sudah sangat familiar tentunya bagi Anda yang mengenal Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tapi tahukah Anda bahwa selain Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul, terdapat satu kabupaten lain di Yogyakarta yang juga memiliki wisata pantainya yang begitu memukau. Pantai yang dimaksud adalah Pantai Glagah, sebenarnya pamor Pantai Glagah juga cukup luas terdengar, baik oleh masyarakat luas apalagi oleh warga Yogya sendiri.

O ya, kabupaten yang dimaksud yaitu Kabupaten Kulon Progo. Lalu apa keistimewaan dari Pantai Glagah dibanding Pantai Parangtritis di Bantul atau Pantai-pantai yang ada di Gunung Kidul? Tentu banyak sekali, bahkan Pantai ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki pantai-pantai lain yang ada di Yogyakarta. Apa itu? Yaitu adanya tetrapood.

Tetrapood atau Sea Wall yang fungsinya adalah untuk memecah ombak yang menerjang deras bibir pantai, menjadi spot favorit bahkan pernah menjadi spot terbaik di Yogya loh. Maka tak heran banyak para wisatawan yang jauh-jauh datang ke sini hanya untuk mendapatkan spot Sea Wall tersebut. Selain itu ada dermaga yang menjorok ke laut, sehingga Anda bisa merasakan sensasi tengah lautan tanpa harus menceburkan diri.

Tidak berhenti sampai di situ, di Pantai Glagah ini juga terdapat banyak laguna yang tidak semua pantai di Bantul maupun Gunung Kidul memilikinya, laguna merupakan cekungan yang kemudian terisi air sehingga membuat bentukan kolam alami. Laguna yang ada di Pantai Glagah ini pun terbentuk secara alami karena cekungannya terisi air laut pasang, tidak seperti laguna pada umumnya yang terbentuk akibat batuan karang atau semacamnya.

Laguna tersebut banyak dijadikan wahana perahu kayuh, sampan kecil atau kano, selain itu juga bagi Anda yang hobi memancing, laguna di Pantai Glagah ini pun menjadi tempat yang tepat. Karena Ikan yang ada di laguna itu cukup beragam, mulai dari Nila, Betutu, Gabus, Kakap Bakau hingga Belanak. Tidak berhenti sampai di situ loh, Anda juga bisa berkeliling menggunakan Atv atau Motocross di pantai ini, lengkap bukan?