Uniknya Pasar Kaki Langit di Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta seolah tak pernah berhenti membuat inovasi-inovasi baru di dunia pariwisata, ya, kota yang terkenal sebagai kota budaya ini selalu mampu menyuguhkan sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para wisatawan. Suguhan itu di antaranya banyaknya destinasi-destinasi indah nan mempesona, tapi kali ini kami akan mengenalkan kepada Anda sebuah tempat wisata yang bukan berbau-bau alam, pantai atau gunung. Melainkan wisata kuliner, tapi yang satu ini bukan tentang gudeg loh ya.

Wisata kuliner yang dimaksud ialah Pasar Kaki Langit, dari namanya saja sudah terlihat unik bukan? Dinamakan Pasar Kaki Langit karena memang letaknya berada di sekitaran dataran tinggi kawasan Hutan Pinus, Dlingo Imogiri. Salah satu tempat andalan wisatawan yang datang ke Jogja, karena terdapat banyak wisata alamnya. Secara umum Pasar Kaki Langit ini menyajikan beragam jenis makanan tradisional.

Yang unik dari Pasar Kaki Langit ini yaitu alat transaksi yang berlaku untuk proses jual beli bukanlah pecahan rupiah, melainkan menggunakan koin kayu sebagai alat pembayaran. Kok bisa? Ya, tentu bisa dong, jadi sistemnya adalah Anda diharuskan untuk menukar uang Anda terlebih dahulu dengan koin yang dimaksud.

Ide tersebut berangkat dari budaya pada jaman Kerajaan Majapahit terdahulu, dahulu dikarenakan belum adanya uang seperti yang sekarang kita miliki, mereka menggunakan koin yang sering disebut dengan kreweng atau pecahan genteng. Pengelola Pasar Kaki Langit sendirilah yang memberlakukan sistem tersebut, sebelumnya masyarakat sekitar sudah diajari bahwasanya jika ingin belanja diharuskan untuk menukar uang mereka terlebih dahulu menggunakan koin.

Aneka jenis makanan tradisional yang dijual di sana pun cukup beragam, sebagian besar yang dijual adalah makanan tradisional yang saat ini hampir sudah tidak ada, khususnya di daerah-daerah perkotaan. Makanan tersebut di antaranya ada jenang, tiwul, nasi jagun, nasi mereah, aneka makanan dari bahan ketela dan masih banyak lagi. Hal itu dimaksudkan untuk mengangkat kembali tren makanan tradisional, bahkan Anda akan jarang menemukan atau hampir tidak akan menemukan makanan sachetan atau minuman kalengan di kawasan Pasar Kaki Langit ini.

Selain itu terdapat kantong yang juga tak kalah unik, yaitu terdapat kantong yang berwarna cokelat seperti kayu, kantong itu digunakan untuk wadah koin yang sudah dijelaskan di atas. Bagi Anda yang bosan dengan makanan-makanan cepat saji, dan rindu dengan makanan khas tradisional dengan segala keunikan dan kemewahan nilai sejarahnya, Pasar Kaki Langit adalah tempat yang tepat bagi Anda.