Sendang Sriningsih, Gua Maria dan Air Sendang Perantara Rahmat Tuhan

Di Yogyakarta banyak sekali terdapat situs candi. Candi-candi tersebut biasanya banyak ditemukan di Kecamatan Prambanan. Namun kali ini ada yang lain daripada situs candi. Di Kecamatan Prambanan ini, di Gayamharjo, antara Bukit Ijo dan Mintorogo, kita bisa menemukan Sendang Sriningsih. Yaitu tempat ziarah berupa mata air abadi dan Gua Maria. Unruk menjangkaunya, kita bisa mengendarai kendaraan bermotor, kemudian menuju arah selatan setelah tiba di pertigaan pertama setelah Candi Prambaan.

Begitu sampai, anda bisa langsung memulai proses ibadah dengan mengikuti rute jalan salib. Rute itu dirancang berupa tangga-tangga yang menanjak ke atas, kurang lebih panjangnya 900 meter. Seperti di rute jalan salib umumnya, di sepanjang jalan itu terdapat relief-relief yang menceritakan perjalanan Yesus memanggul kayu salib. Selama mengikuti rute itu pula, anda juga bisa memanjatkan doa.

Untuk ritual peribadatan, di sendang ini diselenggarakan sembilan kali setahun setiap malam Jumat Kliwon, hari keramat dalam masyarakat Jawa. Saat itu, digelar doa dan misa dengan jumlah peziarah mencapai 3000 orang. Ritual ibadah di malan Jumat Kliwon itu sekaligus menunjukkan adanya perpaduan budaya Jawa dan budaya Katolik di wilayah itu.

Sendang Sriningsih, kabarnya telah menjadi danau bawah tanah. Bagian pinggirnya telah disemen dan bagian atasnya ditutup dengan seng demi terjaganya kebersihan air. Jika ingin mengambil air sendang, kita bisa menyalakan kran yang ada di sebelah kanan bilik sendang. Konon, air sendang ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. []