Museum Lukisan Terlengkap Ada di Museum Affandi

Daerah Istimewa Yoyakarta merupakan salah satu provinsi yang menyimpan sejarah berharga Bangsa Indonesia, sejarah-sejarah tersebut banyak tersimpan di dalam museum-museum maupun cagar-cagar budaya yang tersebar di berbagai daerahnya. Salah satu museum yang cukup bernilai dan memiliki sejarah penting yang menarik untuk kamu pelajari, terlebih khusus bagi kamu pencinta lukisan dan karya seni, adalah hal wajib untuk mengunjungi Museum Affandi. Museum ini berdiri di atas lahan yang luasnya sekitar 3.500 meter persegi, di dekat museumnya terdapat tempat tinggal seniman Affandi sendiri, namun kini tempat tersebut digunakan sebagai cafe untuk pengunjung-pengunjung yang datang.

Jika kamu mengunjungi museum ini, kamu dapat menemukan empat galeri di dalamya. Beberapa di antaranya yaitu, di galeri pertama terdapat karya-karya seni Affandi dari awal ia berkarir hingga karya terakhirnya, dari bentuknya yang klasik sampai modern, selain karya-karya seninya terdapat juga benda-benda pribadi miliknya, ada sepeda onthel, ember, sandal jepit, kliping berita, mobil sedan kuno dan masih banyak lagi.

Pada galeri kedua awalnya digunakan untuk memamerkan lukisan Affandi untuk dijual, dalam perkembangannya galeri ini juga digunakan sebagai ruang pameran koleksi karya pelukis lain, dan tempat-tempat galeri lainnya. Museum Affandi ini baru diresmikan oleh Prof Ida Bagus Mantra pada tahun 1974, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum. Selain sebagai pelukis, sepanjang hidupnya Affandi mendedikasikan diri sebagai seorang penulis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstarak.

Puas menikmati koleksi lukisan di dalam galeri, pengunjung bisa naik ke sebuah menara guna menyaksikan seluruh kompleks bangunan, aliran Sungai Gajah Wong, hingga hiruk pikuk kendaraan di Jalan Laksda Adisucipto. Jika ingin beristirahat dan menikmati minuman segar maupun kudapan, silahkan mampir ke Café Loteng.

Tiket masuk ke Museum Affandi ini sebesar 20 ribu rupiah, dan bagi kamu yang membawa kamera dikenakan biaya tambahan sebesar 20 ribu rupiah, sedangkan untuk kamera ponsel sebesar 10 ribu rupiah. Lokasi museum ini berada di Jl.Laksda Adisucipto 167, lokasi tepatnya terletak di ruas jalan utama yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo.