Mengunjungi Lawang Sewu; Objek Wisata ‘Sewu’ Sejarah

Apa ada di Semarang? Siapapun tahu, atau bahkan pernah mendengar objek wisata Lawang Sewu.  Objek wisata sejarah yang memiliki bangunan tua khas eropa ini seakan membawa sebuah cerita di mana kota dengan makanan khas lunpianya ini mempunyai sisi yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu tempat bersejarah yang harus anda kunjungi adalah Lawang Sewu. Tempat yang dikenal sangat angker ini menyimpan berjuta misteri yang menarik untuk disimak.

Sebelum menjadi objek wisata, tempat ini adalah kantor PJKA, Dan sebelum itu merupakan kantor dari NIS saat Belanda masih menjajah Indonesia.

Meskipun Lawang Sewu mempunyai arti seribu pintu, namun pada kenyataannya hanya terdapat 300 pintu. ‘Seribu’ dipakai untuk mengesankan banyaknya pintu di sini.

Untuk mengunjungi Lawang Sewu, kamu dikenakan ongkos tiket sebesar 10 ribu rupiah untuk dewasa, sementara bagi anak-anak berlaku harga 5 ribu rupiah, dengan jam operasional mulai pukul 7 pagi sampai 9 malam.

Lawang Sewu terletak di Komlek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132. Bagi yang menggunakan transportasi kereta api, disarankan turun di stasiun tawang yang jaraknya hanya 3,4 km atau memakan waktu kurang lebih 13 menit. Bila kamu memakai transportasi bus, kamu turun di terminal terboyo jarak menuju ke objek wisata kurang lebih 8 km dengan estimasi waktu 22 menit.

Lantai 1 Lawang Sewu merupakan museum tempat koleksi berbagai hal perkeretaapian disimpan. Ada juga mesin ketik dan juga telegram yang masih disimpan dengan sangat baik. Di sini pun disimpan koleksi foto hitam putih Lawang Sewu sebelum dipugar seperti sekarang.

Fakta yang cukup membikin seram, dahulu Lawang Sewu digunakan sebagai tempat penyiksaan para tahanan. Untuk menuju ke ruang bawah tanah anda harus menuruni anak tangga yang cukup gelap sehingga, wajib menggunakan senter. Konon katanya, ruangan ini merupakan pintu gerbang keluar dan masuknya makhluk astral. Di sini, kita juga bisa menyaksikan sebuah lorong yang hanya cukup untuk satu orang saja. Di lorong inilah mayat-mayat yang mati dibuang.