Mengenang Sejarah Penting Indonesia di Monumen Jogja Kembali

Terdapat satu wisata edukasi yang wajib kamu kunjungi saat kamu sedang berada di Yogyakarta, namanya Monumen Jogja Kembali, masyarakat sekitar lebih mengenalnya dengan sebutan Monjali. Monumen Jogja Kembali merupakan museum yang di dalamnya terdapat banyak saksi perjuangan kemerdekaan Negara Indonesia, museum ini dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta. Pengunjung yang datang ke museum ini sangat beragam, mulai dari para pelajar untuk acara darmawisata, sejarawan, budayawan bahkan wisatawan asing juga tak sedikit yang mengunjunginya.

Keunikan di museum ini salah satunya adalah bentuknya yang kerucut, menyerupai gunung, konon bentuk itu simbol dari Gunung Merapi yang merupakan ikon penting yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta. Di dalamnya terdiri dar 3 lantai yang dilengkapi dengan perpustakaan dan ruangan serbaguna, di lantai 1, kamu bisa menemukan berbagai macam koleksi bersejarah seperti replika, heraldika, senjata, realia, dokumen, hingga replika dapur dalam perang kemerdekaan di tahun 1945-1949. Ada juga tandu serta andong yang digunakan oleh Jenderal Sudirman, salah satu panglima penting yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Pada lantai 2, terdapat kurang lebih 10 Diorama yang menggambarkan para pahlawan Yogyakarta saat mempertahankan kedaulatan bangsa dari para penjajah Belanda, di sana juga kamu akan menemukan sebuah patung dengan pakaian yang menggambarkan perjuangan pahlawan bangsa saat Belanda mengkhianati perjanjian Renville. Sedangkan di lantai 3 terdapat peninggalan-peninggalan sejarah yang ruangannya diberi nama Garbha Graha, tempat ini digunakan khusus sebagai tempat untuk mendoakan pahlawan yang telah memperjuangkan Negara Indonesia yang telah gugur.

Saat kamu mengunjungi Monumen Jogja Kembali ini dan memasuki pintu utamanya, kamu akan melihat nama-nama pahlawan yang jumlahnya sekitar 422 pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) pada tanggal 19 Desember 1948- 29 Juni 1949. Di museum ini wawasanmu akan kesejarahan penting yang dimiliki Bangsa Indonesia akan semakin luas, dengan fasilitas ruangan perpustkaan yang berisikan buku-buku sejarah lengkap. ada juga benda-benda klasik seperti mesin ketik zaman dahulu atau berbagai senjata klasik, jika kamu lapar atau lelah mengitari sudut demi sudut museum ini, telah disedikan kafetaria yang dikelola oleh pihak museum itu sendiri yang letaknya berada di lantai dasar.