Menelusuri Jejak Sejarah Kemerdekaan Indonesia di Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan ini mulai dibangun pada 17 Agustus 1959 dengan peletakkan batu bertama oleh Sri Paku Alam VIII di halaman Ndalem Brontokusuman, Yogyakarta. Mulanya, museum ini lahir dari keinginan para bapak bangsa untuk mengenang peristiwa bersejarah yakni Hari Kebangkitan Nasional, yang diprakarsai oleh Dr.Sutomo pada tanggal 20 Mei tahun 1908. Tujuan utama didirkannya museum ini pun semata untuk mengenang perjuangan bangsa saat menghadapi para penjajah, selain itu juga untuk mengenang setengah abad masa Kebangkitan Nasional.

Bentuk Museum Perjuangan ini yang terbilang unik menjadi salah satu daya tariknya, dengan memadukan model bangunan Eropa. Pada bagian atasnya kamu akan melihat gaya arsitektur zaman kekaisaran Romawi Kuno, sedangkan pada bagian bawah gedungnya mengadopsi bentuk Candi Mataram Hindu yang notabenenya paduan dari budaya lokal. Keunikan lainnya bisa terlihat dari bentuk bangunannya yang melingkar seperti slinder, juga terdapat relief-relief patung wajah-wajah pahlawan nasional pada bagian bawah atapnya.

Relief-relief itu memiliki makna dan artinya masing-masing, yang keseluruhannya menceritakan riwayat perjuangan Bangsa Indonesia. Di bagian atap gedung museum kamu akan melihat bentuk topi baja dengan 5 buah bambu runcing yang berdiri di atas bola dunia. Koleksi-koleksi yang ada di museum ini terbagi atas dua tata pameran, pameran yang pertama disajikan dengan konsep outdoor. Sedangkan pameran kedua memiliki konsep indoor, di dalamnya terdapat perlengkapan dan benda-benda bersejarah yang dipakai oleh pahlawan bangsa untuk merebut kemerdekaan, meriam, buku, dll.

Saat kamu memasuki museum ini, di bagian kiri dan kanan pintunya terdapat hiasan makara yang merupakan simbol tolak bala, dan di bagian depannya terdapat rrap yang berjumlah sebanyak 17 buah dan daun pintu masuk yang berjumlah 8 buah. Museum Perjuangan berlokasi di Jl.Kol. Sugiono No.24 Yogyakarta, kamu bisa mengunjunginya pada pukul 8 pagi hingga pukl 4 sore, di hari Senin-Kamis dan pukul 8 pagi hingga setengah 5 sore pada hari Jumat.