Melihat Pesawat-pesawat Bersejarah Yang Dimiliki Indonesia di Museum TNI AU Dirgantara Mandala

Jika kamu seorang pembelajar yang tekun tentang sejarah-sejarah penting Indonesia, maka Museum TNI AU atau Museum Dirgantara Mandala, adalah tempat yang wajib kamu kunjungi. Walaupun demikian tempat ini dibuka secara luas seluas-luasnya untuk masyarakat ya, alias bagi kamu yang hanya sekadar ingin berlibur atau ingin tahu tentang TNI AU kita, tempat ini adalah pilihan yang tepat. Sebab, museum ini menyimpan berbagai kendaraan pesawat yang berperan penting dan berjasa dalam sejarah perjuangan bangsa, beserta para awak di dalamnya.

Di dalam museum ini, terdapat 38 koleksi pesawat, baik yang berupa pesawat tempur maupun pesawat sipil. Dan di setiap pesawatnya, memiliki nilai sejarahnya yang penting, beberapa di antaranya adalah Pesawat Guntei bersayap ganda yang dulu digunakan tentara Jepang untuk melakukan pengeboman, pengeboman pertama dalam sejarah TNI AU. Ada juga koleksi pesawat Mustang, yang dulu digunakan untuk menggempur Permesat, yang lainnya ada juga replika Pesawat Dakota VT-CLA yang merupakan perusahaan milik penerbangan India yang dulu ditembak oleh Belanda di Ngoto.

Terdapat koleksi unik lainnya yang ada di Museum TNI AU “Dirgantara Mandala”, yaitu diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan pesawat tersebut. Hal yang menarik saat kamu berkunjung ke museum ini adalah, kamu bisa naik ke beberapa pesawat, tapi dengan syarat kategori pesawat yang sudah mendapatkan izin ya. Tidak hanya itu, kamu juga bisa menyewa pakaian pilot dan sekaligus dipakai untuk bergaya di dalam pesawatnya, ala ala koes play gitu, di sini juga tersedia wahana simulasi menerbangkan pesawat loh. Seru kan?

Museum TNI AU mulai diresmikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin. Awalnya, museum ini berlokasi di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu karena dianggap tempat penting lahirnya TNI AU dan pusatnya kegiatan TNI AU, lalu museum ini dipindahkan ke Yogyakarta. Namun karena koleksi Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala”, terutama Alutsista Udaranya terus berkembang, sehingga gedung museum di Kesatrian AKABRI Bagian Udara tidak cukup menampung dan pertimbangan lokasi museum yang susah dijangkau pengunjung, maka Pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkan museum ini lagi. Pimpinan TNI AU memindahkan Museum Pusat TNI AU ke gedung bekas pabrik gula yang ada di Wonocatur Lanud Adisucipto.