Goa Kiskendo; Wisata Bersejarah Yang Sakral

Sebutan Kota Pariwasata yang tersemat kepada Daerah Istimewa Yogyakarta, agaknya memang suatu hal yang benar. Karena kota yang terkenal dengan gudegnya ini memang memiliki banyak tempat-tempat wisata, baik berupa wisata alam, wisata pegunungan, wisata edukasi, wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner dan masih banyak yang lainnya. Salah satu daerah yang terbilang lengkap memiliki beragam suguhan wisata itu terdapat di daerah Kulon Progo, salah satu di antaranya yakni Goa Kiskendo.

Goa Kiskendo mulai ditemukan pada tahun 1820, lalu pada tahun 1964 goa ini diputuskan sebagai wisata religi. Seiring berjalannya waktu, wisata ini terus dikembangkan dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Yogyakarta, lalu secara resmi diresmikan pada tahun 1979. Letak goa ini berada di daerah pegunungan menoreh, dengan ketinggian 1200 meter dari permukaan laut, goa ini juga letaknya berada di tengah-tengah perkampungan dengan suhunya yang terasa sejuk dan segar.

Menurut cerita, Goa Kiskendo ini dulunya adalah sebuah Kerajaan Guwa Kiskenda yang kala itu dipimpin oleh Prabu Mahesasura. Prabu Mahesasura merupakan saudara seperguruan dari Jatasura, dan memiliki adik yang bernaman Patih Lembusura. Menurut kepercayaan masyarakat, kakak beradik itu memiliki kekuatan yang teramat sakti. Digambarkan bahwa Mahesura berkepala kerbau dan Lembusura berkapa sapi, dengan keduanya memiliki tubuh manusia yang tinggi dan besar serupa raksasa.

Terlepas dari kebenaran akan cerita tersebut, Goa Kiskendo ini menawarkan keindahan alam yang menawan. Terdapat relief wayang yang menggambarkan kejadian-kejadian di masa lalu, di dalamnya juga terdapat tempat-tempat untuk bertapa. Seperti Pertapaan Tledek, Kusuma, Padasan, Sabtri Tani, Semelong, Lumbung Kampek, Selumbung, dll. Goa ini terbentuk akibat resapan air yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, dengan panjang sekitar 600 meter dengan banyak jalan bercabang dan cahayanya yang remang-remang.