Goa Gajah Mangunan; Goa Eksotis di Bantul

Yogyakarta memiliki banyak destinasi wisata yang keindahannya sangat beragam, maka tak heran setiap harinya Kota Pelajar ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai macam daerah, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Di Kabupaten Bantul, salah satu kabupaten kebanggaan Yogyakarta, memiliki satu destinasi menarik yang bisa kamu kunjungi, wisata yang dimaksud yakni Goa Gajah Mangunan. Di sini kamu bisa melihat keindahan alam Yogyakarta dari ketinggian.

Goa Gajah Mangunan ini berbentuk horizontal dengan kedalamannya sekitar 200 meter, namun kedalaman yang sebenarnya masih jauh dari itu, dikarenakn adanya tumpukan tanah di sebagian goa, maka belum ada yang mengetahuinya secara pasti akan ukuran kedalamannya. Goa ini tergolong cukup alami, kamu masih bisa melihat stalaktit dan stalakmit di sepanjang areanya. Nama Goa Gajah Mangunan sendiri diambil dari bentuk gumpalan batu yang terdapat di dalamnya yang menyerupai gajah.

Ada satu hal yang menjadi daya tarik Goa Gajah ini, yaitu adanya fenomena sinar matahari yang menembung celah lubang di atas goa yang menyerupai lampu senter. Fenomena ini biasa disebut masyarakat sebagai cahaya dari surga. Kondisi goa ini belum ada alat bantu penerangan, jadi disarankan bagi kamu yang ingin mengunjungi tempat ini untuk membawa alat penerangan ya, karena di dalamnya sangat gelap. Tentu saja dengan tujuan agar kamu bisa melihat dengan jelas bagaimana keindahan Goa Gajah dari dalam. O ya, jika kamu ingin melihat fenomena cahaya dari surga ini disarankan untuk datang pada waktu siang hari ya, karena di waktu itu sinar matahari sedang ada di arah barat, ditambah lagi jika kamu datang saat sore, keindahan sinarnya akan terlihat maksimal loh.

Goa ini juga menyerupai hutan mini, karena terdapat sebuah pohon besar yang tinggi dan menjulang hingga keluar goa. Di dalam goa terdapat ruangan besar yang mempunyai lorong atau jalan kecil untuk melanjutkan susur goa, warga sekitar lebih mengenalnya dengan lorong ular. Disebut demikian, karena ukurannya yang kecil dan sempit hingga kamu pun diharuskan untuk merunduk saat ingin melewatinya