Telaga Pengilon, Pemandangan Air Jernih Pegunungan di Dieng

 


Wisat di Perbukitan Dieng, boleh disebut sebagai tempat wisata yang paling eksis di Kabupaten Wonosobo. Karena dengat dengan wilayah pegunungan, maka tak heran bila di Dieng ini cenderung mudah ditemukan sebuah telaga.
Masing-masing telaga di Dieng memiliki daya tarik sendiri untuk dikunjungi. Misalnya bila berkunjung ke Telaga Menjer yang terkenal dengan airnya yang hijau, telaga pengilon ini terkenal karena memiliki air yang sangat jernih dengan lokasi yang dikelilingi perbukitan.
Telaga Menjer dan Telaga Pengilon kadang disebut sebagai telaga kembar. Hal ini karena lokasinya yang cukup berdekatan. Keduanya, kira-kira jaraknya hanya 300 meter dan dapat dilalui dengan menyusuri jalan setapak.
Setiap tempat yang bernama tentu memiliki asal-usul tersendiri, termasuk juga Telaga Pengilon Dieng yang diambil dari kata telaga yang berarti danau, sedangkan kata pengilon diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti cermin atau kaca sebagai kata benda, dan ngilo atau bercermin sebagai kata kerja.
Hal ini dikarenakan telaga Pengilon ini memiliki air yang sangat jernih dan tidak mengandung berbagai zat kimia seperti belerang misalnya. Karena itulah kemudian diberi nama sebagai telaga pengilon, yang artinya yakni telaga cermin.
Lokasi lebih tepatnya, telaga ini berlokasi di Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo Jawa Tengah dan hanya berjarak sekitar 1 Km dari kawasan wisata Candi Dieng. Sementara untuk masuk ke telaga pengilon ini, kalian hanya dipatok harga tiket sekitar 10,000 rupiah.
Di telaga ini kita bisa menyaksikan betapa rindang dan hijaunya pepohonan sekitar. Juga memanjakan mata dengan melempar pandang sejauh-jauhnya menikmati telaga ini. []

Menikmati Keindahan Alam Kawah Rengganis Ciwidey

Kawah Rengganis Ciwidey adalah salah satu destinasi wisata alam populer di Kabupaten Bandung. Objek wisata ini tak pernah sepi pengunjung. Pemandangan yang eksotis dan suasananya yang tak biasa menjadi daya tarik utama wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Wisata Kawah Rengganis Ciwidey Bandung atau yang dikenal juga dengan nama Cibuni ini berada di tengah perkebunan teh. Terbentuknya kawah ini adalah akibat dari letusan Gunung Sunda Purba yang terjadi jutaan tahun yang lalu. Kini, kawah tersebut telah dibuka sebagai lokasi wisata dengan tambahan wahana seperti objek wisata pada umumnya.

Di Kawah Rengganis Ciwidey, tersedia berbagai macam wahana alam yang bisa kamu nikmati. Selain wahana alam, di sini telah diperlengkapi dengan fasilitas objek wisata pada umumnya. Di sini kamu bisa berenang kolam air panas belerang, menikmati pemandangan perkebunan teh, berswafoto di sejumlah titik strategis yang layak unggah media sosial, hingga sekadar jalan-jalan menikmati asrinya lingkungan dan udara segarnya.

Air alami berlerang ini dipercaya mampu mengobati segala macam penyakit kulit. Anda bisa menikmati fasilitas mandi air panas langsung dari pancuran atau bisa juga di kolam. Jadi jangan lupa bawa baju atau celana pendek saat ke sana, ya!

Lelah berenang dan jalan-jalan, Anda bisa mampir ke warung makan di sekitar lokasi wisata. Tersedia berbagai macam makanan dan minuman mulai dari gorenagan, mie instant, nasi sayur dan kopi.

Lantas, apa saja fasilitas alam yang ada di sini?

Pertama, pancuran air panas. Tentu saja spot ini yang menjadi daya tarik utama wisata perkawahan di Indonesia, yaitu pemandian air panasnya. Air hangatnya yang mengandung senyawa sulfur ini cocok untuk Anda yang memiliki penyakit kulit. Banyak orang merekomendasikan penderita sakit kulit untuk mandi di sini sebab air belerang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit.

Kedua, kolam rending berbentuk hati. Ya, desain kolamnya membentuk lambing love. Di atas pancuran, ada kolam renang yang cukup luas berbentuk hati. Anda bisa berendam di kolam ini sepuasnya. Setelah berbasah-basahan, selanjutnya Anda bisa bilas dan ganti pakaian di kamar mandi yang tersedia di pinggiran.

Ketiga, jembatan penyebrangan. Di sini kamu bisa berfoto dengan latar belakang pemandangan yang menawan. Jembatan-jembatan ini sengaja dibuat sebagai jembatan penyeberangan di atas aliran air belerang.

Keempat, batu berasap. Di kawah Rengganis, “kawanan” batu berasap ini menjadi salah satu daya tarik terfavorit untuk jadi background foto. Banyak pengunjung mengabadikan momen liburan mereka di sana dengan berpose di atas batu.

Harga tiket masuk kawah Rengganis cukup murah dan terjangkau. Anda hanya cukup membayar dengan biaya Rp 20.000 saja maka Anda sudah bisa menikmati setiap wahana yang ada.

Biaya ini berlaku hanya jika Anda membeli tiket secara terpisah di pintu masuk khusus kawah Rengganis. Sementara jika sekaligus membeli tiket terusan di Glamping Lakeside Rancabali harganya akan lebih murah. Secara geografis wisata, wisata ini masih berada di kawasaan Glamping Lakeside Rancabali, Situ Patenggeng.

Jika ingin menempuh jalan menuju kawah rengganis dengan kendaraan roda empat, Anda akan sampai di Situ Patenggeng. Selanjutnya, Anda tinggal melihat papan arah menuju kawah Rengganis yang jaraknya sekitar 2,5 kilo meteran.

Refreshing di Danau Situ Gede Bogor

Objek wisata alam satu ini adalah yang paling terkenal di Kota Bogor. Situ Gede namanya. Danau Situ gede dahulunya sebelum di jadikan tempat wisata berfungsi sebagai area penyimpanan air yang digunakan untuk mengairi sawah disekitaran danau.

Di tengah danau tersebut, terdapat makam Eyang Prabudilaya yang merupakan tokoh penguasa yang melegenda bagi masyarakat Bogor. Di lingkungan danau ini, kamu akan dihaturkan pemandangan danau yang indah, suasana yang asri, serta udara yang segar.

Kamu bisa menikmatinya sambil memancing dengan menyewa rakit yang tersedia, makan-makan di warung-warung pinggir danau dengan menu utama ikan bakarnya, atau sekedar mengudap kelapa muda di pinggir danaunya.

Untuk harga tiket masuk danau situ gede ini yaitu sebesar Rp. 4000 dan untuk Rp 2000 untuk anak anak. Ditamabah biaya parkir bagi anda yang membawa kendaraan pribadi sebesar Rp 2000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 2500 untuk kendaraan roda empat. Danau situ gede merupakan salah satu wisata murah yang ada di Bogor.

Situ Gede berada di Jl. Cilubang Malang No.37, Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16115, Indonesia. Untuk mencapai Situ Gede, kamu dapat menaiki angkot 3 jurusan baranangsiang – bubulaak dari terminal baranangsiang. Setelah sampai di bubulauk lalu lanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot 15 jurusan situ gede bogor atau bisa juga dengan naik ojek. Dan bagi anda yang menggunkan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi menuju tempat wisata ini maka anda dapat mengikuti panduan dengan maps yang tersedia di Google Maps

Situ Gede pun sudah dilengkapi fasilitas yang memadai, yaitu: Gazebo Taman, Masjid, ParkirArea, Perkemahan, Toilet.

Menikmati Eksotisme Pantai Marina

Pantai di bagian utara Jawa memang tak seterkenal dan seelok pantai selatannya. Namun Pantai Marina adalah pantai yang harus ada dalam daftar kunjunganmu bila kamu adalah seorang pecinta objek wisata pantai.

Dahulu tempat ini merupakan kawasan hutan bakau yang kemudian direklamasi. Sisa dari gedung dan pertokoan yang tampak di sana dijadikan sebuah pembatas dan dikelola sedemikian rupa agar kawasan ini bisa didatangi oleh banyak wisatawan. Saat ini Pantai Marin mulai menyedot perhatian wisatawan dan menjadi tak pernah sepi pengunjung.

Untuk masuk ke kawasan Pantai Marina, kamu dikenakan tiket sekecil 3 ribu rupiah saja, dengan retribusi parkir motor 2 ribu rupiah dan mobil 5 ribu rupiah.

Pantai Marina terletak di Jalan Yos Sudarso, komplek PRPP, Tawang Sari, Semarang, Jawa tengah. Menuju ke objek wisata ini  bisa dari tiga titik poin utama yaitu Stasiun Semarang Tawang, Terminal Bus Terboyo, dan Bandara Ahmad Yani.

Bila kamu menggunakan transportasi kereta api, kamu turun di Stasiun Semarang Tawang, dengan 15 menit perjalanan untuk mencapai Pantai Marina. Jalan menuju Pantai Marina bisa melalui jalur pantura, masuk ke jalan Ronggowarsito, lalu masuk ke jalan Komdor laut Yos Sudarso. Selanjutnya ikuti saja papan petunjuk yang disebar di sejumlah titik rute perjalanan.

Untuk menambah pengalaman berlibur Pantai Marina, kamu bisa menyewa kapal boat, berkeliling di laut lepasnya hingga jarak tertentu. Sementara berkeliling kamu bisa mengambil gambar pemandangan yang laut dari lepas pantai ini. Selain itu, kamu bisa memancing. Tersedia spot memancing yang strategis di sini. Sementara memancing, kamu bisa menikmati pemandangan matahari terbenam di ujung ufuk. Setelah lelah dengan aktivitas berpetualang, kamu bisa berburu kuliner laut yang tersebar di kawasan wisata. Tersedia juga penginapan murah buat kamu yang ingin bermalam. Menarik, bukan?

Melepas Penat di Curug Benowo

Di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, Gunung Unggaran menyimpan surge tersembunyi yang begitu memesona dan layak ada di daftar kunjungannya. Salah satunya adalah Curug Benowo. Dengan track yang ampun sulitnya, membuat sensasi ketika sampai di curugnya membuat sensasi petualangan kita tambah mengagumkan.

Asal-usul dinamakan Benowo, karena pada zaman dulu curug ini merupakan empat singgah Pangeran Benowo. Beliau adalah salah satu pangeran dari kerajaan Pajang.

Untuk masuk ke kawasan Curug Benowo, kamu dikenakan biaya sebesar 4 ribu rupiah ditambah retribusi  uang parkir untuk mobil sebesar 10 ribu rupiah. Untuk Kendaraan bermotor sebesar 3 ribu rupiah.

Curug ini buka mulai pukul 7 pagi sampai 5 sore, dengan batas waktu kunjungan pukul 3. Jaraknya yang mencapai 45 menit hingga 1 jam, menjadikan, pihak pengelola membatasi jam kunjungan. Karena, semakin malam kondisi curug ini akan membahayakan untuk pengunjung. Terlebih track yang berbatas dengan jurang dan tidak ada penerangan sama sekali sepanjang rute perjalanan.

Curug Benowo terletak di Kalisidi RT.1, Rw.6. Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah 50519. Perjalanan bisa anda mulai dari alun-alun kota Unggaran.

Untuk mencapai Curug Benowo, ambil arah menuju ke mapagan atau jalan gunung pati. Kemudian, belok ke kanan setelah menemukan makam darul mukminin siplaosan sumur gunung. Rute menuju Curug Benowo selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk arah yang tersedia di sejumlah titik. Tetapi, anda harus sedikit berhati-hati, karena kondisi jalan yang terjal dengan samping kanan jalan dengan perkebunan karet yang luas. Jadi, selain menyiapkan kondisi fisik, siapkan pastikan kondisi kendaraan kamu dalam keadaan prima.

Karena track menuju Curug Benowo layaknya track pendakian gunung; terjal, berbatu, dan terkadang licin, maka pakailah perlengkapan mendaki yang memadai.

 

Sagio Puppet, Pembuatan Wayang Pertama di Bantul

Sagio Puppet bukan hanya tempat untuk memesan wayang. Di tempat itu juga kita diberi kesempatan untuk belajar mendalami filosofi dan teknik membuatnya. Sagio Puppet dikelola oleh Sagio, seorang masterpiece yang selama lebih dari 30 tahun bertekun dalam pembuatan wayang.

Sagio belajar dari sang ayah (Jaya Perwita) dan seorang pembuat wayang senior Kraton Yogyakarta (MB Prayitno) membuatnya mampu mengenal karakter setiap tokoh wayang. Pengetahuan mendalam yang berpadu dengan semangat cinta wayang yang telah tumbuh sejak usia 11 tahun membuatnya mampu menghasilkan wayang dengan kualitas ultra.

Hasil karya Sagio telah banyak menjadi ‘aktor’ dalam berbagai pertunjukan. Ki Hadi Sugito dan Ki Timbul, adalah dalang terkenal di Indonesia yang mengandalkan wayang karya Sagio. Pejabat negara seperti mantan presiden Abdurahman Wahid yang menggemari tokoh Kumbokarno dan Megawati Soekarno Putri bahkan mengkoleksi wayang karya Sagio. Kepiawaian Sagio juga membuatnya dipercaya seorang turis asing untuk membuat wayang bergaya Spanyol.

Wayang yang dijual oleh Sagio memiliki beragam ukuran dan harga yang terbilang bisa bersaing. Wayang terkecil dibanderol seharga Rp.5000,- hingga yang paling besar seharga Rp.1.500.000,-. Sedangkan satu set wayang untuk pagelaran dijual seharga Rp.200.000.000,- untuk prada emas dan Rp.50.000.000,- hingga Rp.100.000.000,- untruk prada coklat.

Hasil karyanya tesebut bisa dibeli langsung di Sagio Puppet atau beberapa hotel yang menjualnya. Hasil karyanya selain wayang, ada juga topeng batik klasik maupun dekoratif dan juga souvenir kulit maupun kayu yang cocok untuk dikoleksi. []

Gua Kidang Kencana, Fenomena Geologis di Kulon Progo

Jogja memiliki banyak sekali wisata alam. Yang unik kali ini adalah Gua Kidang Kencana. Lokasinya berdekatan dengan Gua Kiskendo. Letaknya yang berada di balik perbukitan sunyi dan tanah karst yang tertutup vegetasi rapat nan subur ini, selain menyuguhkan keindahan namun juga menantang para petualang.

Nama Kidang Kencana mengingatkan kita pada kisah tentang seekor rusa jadi-jadian yang sengaja dikirim Rahwana untuk memisahkan Rama dari Dewi Shinta. Namun ternyata, pertemuan seorang penggembala dan seekor rusa ratusan tahun silamlah yang menjadi sejarah awal penamaan gua yang lorongnya mencapai 350 meter ini. Menurut cerita masyarakat setempat, Mbah Bongsoriyo yang kehilangan kambingnya tak sengaja menemukan hewan piaraannya itu berada di dalam sebuah gua bersama seekor rusa. Sejak itulah gua tempat pertemuan Mbah Bongsoriyo dan si rusa dinamakan Gua Kidang Kencana.

Untuk mencapai mulut gua, kita perlu berjalan sejauh 450 meter melewati jalan cor beton. Kemudian tibalah kita di depan mulut gua yang curam, meski tidak terlalu besar dengan diameter sekitar dua meter. Menyusuri gua ini kita perlu bantuan lampu senter, karena gua ini sangat gelap. Tapi tenang saja, tidak perlu merasa takut karena ada dua orang pemandu yang siap menemani dan menceitakan tentang gua ini di sepanjang penyusuran.

Di dalam gua kita bisa menyaksikan keelokan hasil fenomena endokarst di dinding gua. Bahkan tak jarang kami harus berjalan jongkok atau merangkak jika lubang di perut bumi ini semakin menyempit. Lorong gua yang bisa menembus bagian di balik bukit ini memang dibiarkan alami tanpa ada perubahan sedikit pun. Seluruh ornamen di Gua Kidang Kencana itu pun menambah kekayaan fenomena geologis di Kulon Progo yang senantiasa membuat para penikmatnya berdecak kagum. []

Masjid Kotagede, Masjid Tertua yang Masih Kokoh

 

Kotagede memiliki suasana magis tersendiri ketika kita menjejakkan kaki ke sana. Bangunan-bangunan di sekitar jalan yang masih dengan gaya rumah kolonial memberi kesan tua dan kuno. Bila berkelana  ke Kotagede tidak akan lengkap jika tidak berkunjung ke Masjid Kotagede, bangunan tempat ibadah islam yang tertua di Yogyakarta.

Mungkin di Kotagede yang terkenal adalah tempat pemakaman raja Mataram. Namun sebenarnya, bangunan masjid yang sering kali terlewatkan ini sebenarnya memiliki sisi keunikan yang luar biasa. Masjid yang berdiri sekitar tahun 1640-an ini memiliki cerita pada setiap pirantinya.

Sebelum memasuki kompleks masjid, kita akan menemui sebuah pohon beringin yang konon usianya sudah ratusan tahun. Pohon itu tumbuh di lokasi yang kini dimanfaatkan untuk tempat parkir. Karena usianya yang tua, penduduk setempat menamainya “Wringin Sepuh” dan menganggapnya mendatangkan berkah. Keinginan seseorang, menurut cerita, akan terpenuhi bila mau bertapa di bawah pohon tersebut hingga mendapatkan dua lembar daun jatuh, satu tertelungkup dan satu lagi terentang.

Berjalan mengelilingi halaman masjid, akan dijumpai perbedaan pada tembok yang mengelilingi bangunan masjid. Tembok bagian kiri terdiri dari batu bata yang ukurannya lebih besar, warna yang lebih merah, serta terdapat batu seperti marmer yang di permukaannya ditulis aksara Jawa. Sementara tembok yang lain memiliki batu bata berwarna agak muda, ukuran lebih kecil, dan polos. Tembok yang ada di kiri masjid itulah yang dibangun pada masa Sultan Agung. Sementara tembok yang lain merupakan hasil renovasi Paku Buwono X. Tembok yang dibangun pada masa Sultan Agung berperekat air aren yang dapat membatu sehingga lebih kuat.

Masjid yang usianya telah ratusan tahun itu hingga kini masih terlihat hidup. Warga setempat masih menggunakannya sebagai tempat melaksanakan kegiatan keagamaan. Bila datang saat waktu sholat, akan dilihat puluhan warga menunaikan ibadah. Di luar waktu sholat, banyak warga yang menggunakan masjid untuk tempat berkomunikasi, belajar Al Qur’an, dan lain-lain. []

Rumah Seni Cemeti; Tempat Wisata Kesenian Yang Menyenangkan

Yogyakarta terkenal dengan kota yang menawarkan banyak destinasi-destinasi wisata seputar kesenian, maka tak heran Yogyakarta seringkali disebut-sebut sebagai pusat kesenian dan kebudayaan. Salah satu wisata kesenian yang tak boleh kamu lewatkan di Kota Gudeg ini adalah Rumah Seni Cemeti, tempat wisata tersebut diprakarsai oleh Seniman Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma. Rumah Seni Cemeti ini berdiri sejak tahun 1998.

Perlu kamu ketahui bahwa cemeti merupakan salah satu pionir bagi dunia kesenian kontemporer Yogyakarta. Di dalam Rumah Seni Cemeti ini terdapat bangunan galeri yang cukup terkenal namanya di kancah internasional, bangunan tersebut bahkan dipuji oleh media asing The Guardian, sekaligus mendapatkan penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia pada tahun 2002. Prestasi tersebut dihargai karena bagunannya yang menyatukan konsep modern-tradisonal.

Selain terdapat beberapa galeri, di Rumah Seni Cemeti ini juga menawarkan beberapa macam presentasi seni sepanjang tahun yang bisa kita ikuti. Jika kamu berminat untuk mengikutinya, kamu bisa datang pada 2 waktu di setiap bulannya, tapi itu jika kamu beruntung ya. Sebab, menurut staf dokumentasi yang ada di sana, pameran dan presentasi yang ada di cemeti ini hanya diadakan dua bulan sekali, dan juga jadwal tepatnya yang tidak pasti.

Di dalamnya memamerkan lukisan, film, video, fotografi, instalasi atau pameran arsip. Pameran yang diadakan biasanya pertunjukkan kolaborasi dari seniman residen dari Indonesia dan luar negeri, pameran karya seniman tunggal maupun kelompok. Keberadaan cemeti ini tidak hanya menguntungkan bagi seniman saja, melainkan juga bagi masyarakat luas yang mencintai dan berdedikasi di bidang seni. Di Rumah Seni Cemeti ini terdiri dari kantor, ruang pameran, kamar tinggal seniman residen, ruang pameran dan stock room. Tempat bagi kamu yang ingin memburu karya-karya seniman kontemporer.

Yang tak kalah menarik dari tempat ini adalah kamu bisa mengikuti acara workhsop, artist talk, dan diskusi-diskusi ringan maupun berat ala-ala seniman. Beberapa nama seniman penting tanah air dan komunitas seni yang pernah mengisi di Rumah Seni Cemeti ini di antaranya, Natasha Gabriela Tonte, Sewon Screening, Wisnu Wardhana, dan masih banyak lagi lainnya.