Telaga Menjer, Surga Tersembunyi di Wonosobo

Wonosobo mungkin terkenal dengan tradisi pencukuran rambut gimbal atau wisata puncaknya. Namun ada yang perlu kita ketahui selain wisata yang terkenal itu. Tempatnya yang tersembunyi barangkali memang membuat tidak banyak orang yang berkunjung. Namanya Telaga Menjer.

Telaga menjer merupakan sebuah telaga buatan yang di fungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air oleh PLTA Garung. Seiring dengan dengan perkembangan waktu telaga menjer mulai di manfaatkan menjadi tempat wisata yang menarik. Dulunya, Telaga menjer merupakan sebuah telaga yang terbentuk dari sebuah letusan kaki gunung pakuwaja yang dulunya aktif. Sebelum terjadi letusan tersebut telaga menjer hanyalah mata air kecil dan sewaktu waktu airnya bisa meluas ketika terjadi hujan.

Keindahan wonosobo yang tersembunyi ini berlokasi di Kecamatan garung yang berjarak sekitar 8 km dari pusat kota wonosobo. Rute yang di lalui yaitu hampir sama dengan rute menuju ke dieng. Untuk harga tiket di telaga menjer yaitu 3000 rupiah per orang.

Karena lokasinya berada dekat pegunungan, ketika berada di Telaga Menjer tentu kita akan dimanjakan dengan suasana sejuk pegunungan. Tak terlewatkan juga pemandangan hijau air dari Telaga. Selain itu, bila kita ingin menyusuri telaga itu, ada sewa perahu yang dikelola oleh warga sekitar.

Untuk bisa menikmati keindahan berkeliling telaga, kita hanya perlu membayar Rp.10.000,- saja. Tidak hanya menikmati langsung sensasi air hijaunya di atas perahu, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan bentangan Gunung Sindoro yang mempesona selama kurang lebih 30 menit sambil berkeliling telaga.

Bagi yang menggemari hobi memancing, diperbolehkan bila hendak membawa alat pancing pribadi dan memanen sendiri ikan di telaga. Karena di telaga ini juga banyak orang yang menikmati keindahan alamnya sambil menunggu ikan terjerat umpan. []

Menyaksikan Sunrise di Gereja Ayam

Ketika menonton film ada apa dengan cinta yang ke dua, kita akan menemukan tempat sunrise yang indah di film tersebut. tempat tersebut bernama Gereja Ayam. Lokasinya berada di kota Magelang. Selain memiliki candi yang super megah, kabupaten Magelang juga ternyata memiliki banyak tempat wisata lainnya, baik wisata alam, wisata budaya dan wisata sejarah. Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di kabupaten Magelang adalah Bukit Rhema dan Gereja Ayam.

Gereja ayam sendiri berada si sebuah bukit bernama Bukit Rhema di daerah Borobudur. Gereja ayam merupakan sebuah bangunan berbentuk seekor ayam yang tengah duduk di tanah di bagian kepalanya terdapat sebuah mahkota. Bukit Rhema terletak 2,5 Km sebelah barat Candi Borobudur.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke Gereja Ayam Bukit Rhema harus menepuh jarak sekitar 200 meter untuk sampai ke lokasi. Namun, bagi yang tidak kuat berjalan kaki menanjak bisa menyewa jeep yang ada di sekitar lokasi.

Menurut kisahnya, pembuatan tempat ini dimaksudkan sebagai lambang perdamaian dan pemersatu bangsa. Oleh sebab itu, tempat ini menyediakan ruang untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Ada ruang sholat untuk muslim, ruang berdoa untuk umat hindu, budha dan kristen.

Harga tiket masuk ke lokasi ini Rp20.000 per orang. Pembelian tiket tersebut sudah termasuk snack gratis dan voucher Rp5.000.

Obyek wisata ini bisa dikunkungi dari pagi sampai sore hari setiap hari. Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00-16.30 WIB. Sedangkan Sabtu dan Minggu mulai pukul 05.00-16.30 WIB.

Dari Bukit Rhema ini anda juga bisa menikmati keindahan sunrise dengan view puncak Borobudur, sedangkan untuk Gereja Ayam hanya melayani sunrise pada hari sabtu dan minggu saja. []

Wisata Sejarah Candi Gedong Songo

Wisata candi memang banyak ditemukan di wilayah Jawa. Selain Borobudur dan Prambanan yang terkenal, Kota Semarang juga memiliki situs bersejarah berupa candi yang cocok untuk dikunjungi. Selain untuk mengabadikan momen dengan foto, kita sekaligus belajar sejarah situs candi.

Candi di Semarang ini dinamai Candi Gedong Songo. Kawasan Candi yang berada di Bandungan, Semarang, Jawa Tengah ini banyak diminati oleh wisatawan terutama bagi pereka pecinta alam atau komunitas alam lainnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya para pelajar dari berbagai pelosok negeri yang melakukan kegiatan di kawasan tersebut.

Nama dari Gedong Songo itu sendiri diambil dari bahasa jawa yaitu Gedong dan songo, gedong yang berarti bangunan maupun rumah dan songo adalah jumlah sembilan, jadi candi ini memiliki arti candi yang berjumlah sembilan.

Untuk menuju kawasan candi ini cukup mudah karena kawasan wisata ini terletak di lereng Gunung Ungaran. Jika kita dari arah Ambarawa maka diperlukan waktu sekitar 40 menit ke arah Bandungan. Jika dari arah barat, bisa melewati Temanggung kemudian berjalan ke arah Bandungan Semarang.

Lokasinya yang berada di ketinggian dan tidak dijangkau singnal ini, cocok untuk yang gemar dengan kegiatan fotografi. Selain fotografi, bagi yang suka berkemping, lokasi candi ini juga cocok. Tidak sedikit wisatawan yang melakukan camping ditempat ini karena memang dari dulu tempat ini menjadi tempat favorit untuk camping.

Kawasan Candi Gedong Songo ini, meskipun letaknya di pegunungan, namun kondisi cuaca dan suhu udaranya tidak sedingin pegunungan Dieng. Suhu rata-rata di Candi gedong Songo ini berkisar mencapai 19-27 derajat celcius. Meski begitu, pemandangan yang ditawarkan tak kalah menarik. []

Telaga Pengilon, Pemandangan Air Jernih Pegunungan di Dieng

 


Wisat di Perbukitan Dieng, boleh disebut sebagai tempat wisata yang paling eksis di Kabupaten Wonosobo. Karena dengat dengan wilayah pegunungan, maka tak heran bila di Dieng ini cenderung mudah ditemukan sebuah telaga.
Masing-masing telaga di Dieng memiliki daya tarik sendiri untuk dikunjungi. Misalnya bila berkunjung ke Telaga Menjer yang terkenal dengan airnya yang hijau, telaga pengilon ini terkenal karena memiliki air yang sangat jernih dengan lokasi yang dikelilingi perbukitan.
Telaga Menjer dan Telaga Pengilon kadang disebut sebagai telaga kembar. Hal ini karena lokasinya yang cukup berdekatan. Keduanya, kira-kira jaraknya hanya 300 meter dan dapat dilalui dengan menyusuri jalan setapak.
Setiap tempat yang bernama tentu memiliki asal-usul tersendiri, termasuk juga Telaga Pengilon Dieng yang diambil dari kata telaga yang berarti danau, sedangkan kata pengilon diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti cermin atau kaca sebagai kata benda, dan ngilo atau bercermin sebagai kata kerja.
Hal ini dikarenakan telaga Pengilon ini memiliki air yang sangat jernih dan tidak mengandung berbagai zat kimia seperti belerang misalnya. Karena itulah kemudian diberi nama sebagai telaga pengilon, yang artinya yakni telaga cermin.
Lokasi lebih tepatnya, telaga ini berlokasi di Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo Jawa Tengah dan hanya berjarak sekitar 1 Km dari kawasan wisata Candi Dieng. Sementara untuk masuk ke telaga pengilon ini, kalian hanya dipatok harga tiket sekitar 10,000 rupiah.
Di telaga ini kita bisa menyaksikan betapa rindang dan hijaunya pepohonan sekitar. Juga memanjakan mata dengan melempar pandang sejauh-jauhnya menikmati telaga ini. []

Menikmati Keindahan Alam Kawah Rengganis Ciwidey

Kawah Rengganis Ciwidey adalah salah satu destinasi wisata alam populer di Kabupaten Bandung. Objek wisata ini tak pernah sepi pengunjung. Pemandangan yang eksotis dan suasananya yang tak biasa menjadi daya tarik utama wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Wisata Kawah Rengganis Ciwidey Bandung atau yang dikenal juga dengan nama Cibuni ini berada di tengah perkebunan teh. Terbentuknya kawah ini adalah akibat dari letusan Gunung Sunda Purba yang terjadi jutaan tahun yang lalu. Kini, kawah tersebut telah dibuka sebagai lokasi wisata dengan tambahan wahana seperti objek wisata pada umumnya.

Di Kawah Rengganis Ciwidey, tersedia berbagai macam wahana alam yang bisa kamu nikmati. Selain wahana alam, di sini telah diperlengkapi dengan fasilitas objek wisata pada umumnya. Di sini kamu bisa berenang kolam air panas belerang, menikmati pemandangan perkebunan teh, berswafoto di sejumlah titik strategis yang layak unggah media sosial, hingga sekadar jalan-jalan menikmati asrinya lingkungan dan udara segarnya.

Air alami berlerang ini dipercaya mampu mengobati segala macam penyakit kulit. Anda bisa menikmati fasilitas mandi air panas langsung dari pancuran atau bisa juga di kolam. Jadi jangan lupa bawa baju atau celana pendek saat ke sana, ya!

Lelah berenang dan jalan-jalan, Anda bisa mampir ke warung makan di sekitar lokasi wisata. Tersedia berbagai macam makanan dan minuman mulai dari gorenagan, mie instant, nasi sayur dan kopi.

Lantas, apa saja fasilitas alam yang ada di sini?

Pertama, pancuran air panas. Tentu saja spot ini yang menjadi daya tarik utama wisata perkawahan di Indonesia, yaitu pemandian air panasnya. Air hangatnya yang mengandung senyawa sulfur ini cocok untuk Anda yang memiliki penyakit kulit. Banyak orang merekomendasikan penderita sakit kulit untuk mandi di sini sebab air belerang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit.

Kedua, kolam rending berbentuk hati. Ya, desain kolamnya membentuk lambing love. Di atas pancuran, ada kolam renang yang cukup luas berbentuk hati. Anda bisa berendam di kolam ini sepuasnya. Setelah berbasah-basahan, selanjutnya Anda bisa bilas dan ganti pakaian di kamar mandi yang tersedia di pinggiran.

Ketiga, jembatan penyebrangan. Di sini kamu bisa berfoto dengan latar belakang pemandangan yang menawan. Jembatan-jembatan ini sengaja dibuat sebagai jembatan penyeberangan di atas aliran air belerang.

Keempat, batu berasap. Di kawah Rengganis, “kawanan” batu berasap ini menjadi salah satu daya tarik terfavorit untuk jadi background foto. Banyak pengunjung mengabadikan momen liburan mereka di sana dengan berpose di atas batu.

Harga tiket masuk kawah Rengganis cukup murah dan terjangkau. Anda hanya cukup membayar dengan biaya Rp 20.000 saja maka Anda sudah bisa menikmati setiap wahana yang ada.

Biaya ini berlaku hanya jika Anda membeli tiket secara terpisah di pintu masuk khusus kawah Rengganis. Sementara jika sekaligus membeli tiket terusan di Glamping Lakeside Rancabali harganya akan lebih murah. Secara geografis wisata, wisata ini masih berada di kawasaan Glamping Lakeside Rancabali, Situ Patenggeng.

Jika ingin menempuh jalan menuju kawah rengganis dengan kendaraan roda empat, Anda akan sampai di Situ Patenggeng. Selanjutnya, Anda tinggal melihat papan arah menuju kawah Rengganis yang jaraknya sekitar 2,5 kilo meteran.

Refreshing di Danau Situ Gede Bogor

Objek wisata alam satu ini adalah yang paling terkenal di Kota Bogor. Situ Gede namanya. Danau Situ gede dahulunya sebelum di jadikan tempat wisata berfungsi sebagai area penyimpanan air yang digunakan untuk mengairi sawah disekitaran danau.

Di tengah danau tersebut, terdapat makam Eyang Prabudilaya yang merupakan tokoh penguasa yang melegenda bagi masyarakat Bogor. Di lingkungan danau ini, kamu akan dihaturkan pemandangan danau yang indah, suasana yang asri, serta udara yang segar.

Kamu bisa menikmatinya sambil memancing dengan menyewa rakit yang tersedia, makan-makan di warung-warung pinggir danau dengan menu utama ikan bakarnya, atau sekedar mengudap kelapa muda di pinggir danaunya.

Untuk harga tiket masuk danau situ gede ini yaitu sebesar Rp. 4000 dan untuk Rp 2000 untuk anak anak. Ditamabah biaya parkir bagi anda yang membawa kendaraan pribadi sebesar Rp 2000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 2500 untuk kendaraan roda empat. Danau situ gede merupakan salah satu wisata murah yang ada di Bogor.

Situ Gede berada di Jl. Cilubang Malang No.37, Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16115, Indonesia. Untuk mencapai Situ Gede, kamu dapat menaiki angkot 3 jurusan baranangsiang – bubulaak dari terminal baranangsiang. Setelah sampai di bubulauk lalu lanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot 15 jurusan situ gede bogor atau bisa juga dengan naik ojek. Dan bagi anda yang menggunkan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi menuju tempat wisata ini maka anda dapat mengikuti panduan dengan maps yang tersedia di Google Maps

Situ Gede pun sudah dilengkapi fasilitas yang memadai, yaitu: Gazebo Taman, Masjid, ParkirArea, Perkemahan, Toilet.

Mengunjungi Lawang Sewu; Objek Wisata ‘Sewu’ Sejarah

Apa ada di Semarang? Siapapun tahu, atau bahkan pernah mendengar objek wisata Lawang Sewu.  Objek wisata sejarah yang memiliki bangunan tua khas eropa ini seakan membawa sebuah cerita di mana kota dengan makanan khas lunpianya ini mempunyai sisi yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu tempat bersejarah yang harus anda kunjungi adalah Lawang Sewu. Tempat yang dikenal sangat angker ini menyimpan berjuta misteri yang menarik untuk disimak.

Sebelum menjadi objek wisata, tempat ini adalah kantor PJKA, Dan sebelum itu merupakan kantor dari NIS saat Belanda masih menjajah Indonesia.

Meskipun Lawang Sewu mempunyai arti seribu pintu, namun pada kenyataannya hanya terdapat 300 pintu. ‘Seribu’ dipakai untuk mengesankan banyaknya pintu di sini.

Untuk mengunjungi Lawang Sewu, kamu dikenakan ongkos tiket sebesar 10 ribu rupiah untuk dewasa, sementara bagi anak-anak berlaku harga 5 ribu rupiah, dengan jam operasional mulai pukul 7 pagi sampai 9 malam.

Lawang Sewu terletak di Komlek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132. Bagi yang menggunakan transportasi kereta api, disarankan turun di stasiun tawang yang jaraknya hanya 3,4 km atau memakan waktu kurang lebih 13 menit. Bila kamu memakai transportasi bus, kamu turun di terminal terboyo jarak menuju ke objek wisata kurang lebih 8 km dengan estimasi waktu 22 menit.

Lantai 1 Lawang Sewu merupakan museum tempat koleksi berbagai hal perkeretaapian disimpan. Ada juga mesin ketik dan juga telegram yang masih disimpan dengan sangat baik. Di sini pun disimpan koleksi foto hitam putih Lawang Sewu sebelum dipugar seperti sekarang.

Fakta yang cukup membikin seram, dahulu Lawang Sewu digunakan sebagai tempat penyiksaan para tahanan. Untuk menuju ke ruang bawah tanah anda harus menuruni anak tangga yang cukup gelap sehingga, wajib menggunakan senter. Konon katanya, ruangan ini merupakan pintu gerbang keluar dan masuknya makhluk astral. Di sini, kita juga bisa menyaksikan sebuah lorong yang hanya cukup untuk satu orang saja. Di lorong inilah mayat-mayat yang mati dibuang.

Melepas Penat di Curug Benowo

Di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, Gunung Unggaran menyimpan surge tersembunyi yang begitu memesona dan layak ada di daftar kunjungannya. Salah satunya adalah Curug Benowo. Dengan track yang ampun sulitnya, membuat sensasi ketika sampai di curugnya membuat sensasi petualangan kita tambah mengagumkan.

Asal-usul dinamakan Benowo, karena pada zaman dulu curug ini merupakan empat singgah Pangeran Benowo. Beliau adalah salah satu pangeran dari kerajaan Pajang.

Untuk masuk ke kawasan Curug Benowo, kamu dikenakan biaya sebesar 4 ribu rupiah ditambah retribusi  uang parkir untuk mobil sebesar 10 ribu rupiah. Untuk Kendaraan bermotor sebesar 3 ribu rupiah.

Curug ini buka mulai pukul 7 pagi sampai 5 sore, dengan batas waktu kunjungan pukul 3. Jaraknya yang mencapai 45 menit hingga 1 jam, menjadikan, pihak pengelola membatasi jam kunjungan. Karena, semakin malam kondisi curug ini akan membahayakan untuk pengunjung. Terlebih track yang berbatas dengan jurang dan tidak ada penerangan sama sekali sepanjang rute perjalanan.

Curug Benowo terletak di Kalisidi RT.1, Rw.6. Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah 50519. Perjalanan bisa anda mulai dari alun-alun kota Unggaran.

Untuk mencapai Curug Benowo, ambil arah menuju ke mapagan atau jalan gunung pati. Kemudian, belok ke kanan setelah menemukan makam darul mukminin siplaosan sumur gunung. Rute menuju Curug Benowo selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk arah yang tersedia di sejumlah titik. Tetapi, anda harus sedikit berhati-hati, karena kondisi jalan yang terjal dengan samping kanan jalan dengan perkebunan karet yang luas. Jadi, selain menyiapkan kondisi fisik, siapkan pastikan kondisi kendaraan kamu dalam keadaan prima.

Karena track menuju Curug Benowo layaknya track pendakian gunung; terjal, berbatu, dan terkadang licin, maka pakailah perlengkapan mendaki yang memadai.

 

Sagio Puppet, Pembuatan Wayang Pertama di Bantul

Sagio Puppet bukan hanya tempat untuk memesan wayang. Di tempat itu juga kita diberi kesempatan untuk belajar mendalami filosofi dan teknik membuatnya. Sagio Puppet dikelola oleh Sagio, seorang masterpiece yang selama lebih dari 30 tahun bertekun dalam pembuatan wayang.

Sagio belajar dari sang ayah (Jaya Perwita) dan seorang pembuat wayang senior Kraton Yogyakarta (MB Prayitno) membuatnya mampu mengenal karakter setiap tokoh wayang. Pengetahuan mendalam yang berpadu dengan semangat cinta wayang yang telah tumbuh sejak usia 11 tahun membuatnya mampu menghasilkan wayang dengan kualitas ultra.

Hasil karya Sagio telah banyak menjadi ‘aktor’ dalam berbagai pertunjukan. Ki Hadi Sugito dan Ki Timbul, adalah dalang terkenal di Indonesia yang mengandalkan wayang karya Sagio. Pejabat negara seperti mantan presiden Abdurahman Wahid yang menggemari tokoh Kumbokarno dan Megawati Soekarno Putri bahkan mengkoleksi wayang karya Sagio. Kepiawaian Sagio juga membuatnya dipercaya seorang turis asing untuk membuat wayang bergaya Spanyol.

Wayang yang dijual oleh Sagio memiliki beragam ukuran dan harga yang terbilang bisa bersaing. Wayang terkecil dibanderol seharga Rp.5000,- hingga yang paling besar seharga Rp.1.500.000,-. Sedangkan satu set wayang untuk pagelaran dijual seharga Rp.200.000.000,- untuk prada emas dan Rp.50.000.000,- hingga Rp.100.000.000,- untruk prada coklat.

Hasil karyanya tesebut bisa dibeli langsung di Sagio Puppet atau beberapa hotel yang menjualnya. Hasil karyanya selain wayang, ada juga topeng batik klasik maupun dekoratif dan juga souvenir kulit maupun kayu yang cocok untuk dikoleksi. []