Candi Pawon; Penyimpan Sejarah Penting Indonesia

Selain Candi Borobudur dan Candi Mendut, salah satu candi peninggalan Budha yang menarik untuk kamu kunjungi yaitu Candi Pawon yang berada di daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini masih sering digunakan untuk upacara Waisak, terdapat dua versi asal muasal nama Candi Pawon tercetus. Versi pertama, dikarenakan lokasi Candi Pawon ini berada di Pulau Jawa, masyarakat sering menganggapnya sebagai area dapur, dan dapur dalam bahasa jawa artinya pawon. Sedangkan versi kedua, kata Pawon itu sendiri berasal dari kata “pawuan” yang dalam bahasa jawa kuno artinya tempat abu yang digunakan pada masa dinasti Syailendra, untuk menyimpan abu jenazah dari Raja Indra, hal itu pun memperkuat akan corak dan kebudayaan Budha-nya.

Dibanding dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut, ukuran Candi Pawon ini relatif lebih kecil, dan uniknya terdapat sebuah bilik yang tersembunyi di tengah-tengah pemukiman warga setempat. Masa pembangunan Candi Pawon ini juga konon dibangun bersamaan dengan Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Prambanan yakni pada pertengahan abad ke 8 Masehi. Selain itu Candi Pawon ini juga memiliki nama lain, yaitu Candi Branjanalan, yang memiliki arti sebagai tempat menyimpan senjata Dewa Indra, yaitu Vajranala. Dewa Indra yang dikenal sebagai Dewa Penguasa Petir dan Halilintar, memiliki senjata tersebut dengan artinya yang tak jauh serupa yakni “vajra” yang berarti Halilintar dan “anala” yang berarti api.

Kalau kamu mengunjungi tempat ini, maka kamu akan menemukan sebuah ornamen kepala raksasa tanpa rahang bawah, masyarakat lebih mengenalnya dengan Ornamen Kalamakara. Ornamen tersebut menurut kepercayaan, mampu mengusir roh-roh jahat yang mengganggu aktifitas manusia, letak ornamen itu berada di atas pintu candi. Di sebelah kiri Ornamen Kalamakara ini, kamu juga akan menemukan ukiran 1904, yang berarti tanda tahun usainya perbaikan candi ini. Perbaikan candi ini dilakukan dibawah kepemimpian Dinas Purbakala dan J.G de Casparis, yang merupakan seorang ahli bahasa dalam sejarah asal Belanda sebagai penanggung jawab.