Candi Kimpulan, Penemuan Bersejarah di Komplek Universitas Islam Indonesia

Ada yang berbeda dari pemandangan di perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII).  Bangunan tinggi yang terdiri dari delapan lantai itu berbentuk melengkung hampir setengah lingkaran. Lalu di bagian bawahnya terdapat kawasan yang melingkar dipagari dinding. Secara kebetulan, UII yang pada 2009 akan membangun pondasi untuk perpustakaan malah menemukan candi. Dengan ditemukannya candi ini, UII menjadi satu-satunya kampus yang memiliki candi.

Namanya adalah Candi Kimpulan. Nama ini disesuaikan dengan nama lokasi penemuannya yaitu di Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Ngemplak, Sleman karena belum ditemukan prasasti di dekat candi.

Candi Kimpulan ditemukan pada kedalaman kurang lebih 2,1 meter di bawah permukaan tanah. Kala ditemukan, candi ini secara keseluruhan dalam keadaan yang baik meskipun tertimbun endapan-endapan sedimen. Material-material yang menimbun Candi Kimpulan sudah dapat dipastikan tidak lepas dari aktivitas Gunung Merapi. Bangunan candinya sendiri disusun dari batuan andesit yang dibentuk dan diukir dengan rapi serta disusun tanpa menggunakan perekat/semen.

Candi Kimpulan bukanlah candi yang didirikan atas titah raja, tetapi atas kehendak masyarakat. Fungsi Candi Kimpulan merupakan bangunan untuk pemujaan. Sedangkan penemuan 12 buah batu bundar dimungkinkan sebagai tempat untuk prasarana upacara.

Untuk sampai ke candi, tentu kita harus menuju perpustakaan UII yang berada di Jalan Kaliurang KM.14. Kemudian masuk perpustakaan dan melengkapi persyaratan sebelum memasuki candi seperti melapor ke petugas dan mengisi buku tamu. Tidak ada pungutan biaya untuk dapat melihat keberadaan Candi Kimpulan ini.

Sampai saat ini, belum semua bagian dari situs Candi Kimpulan diteliti secara tuntas. Situs ini dilestarikan untuk dimanfaatkan sebagai sarana penelitian dan pendidikan. []