Belajar Sekaligus Berwisata Di Museum Puro Pakualaman

Mendengar kata Yogyakarta, sudah tentu apa-apa yang berhubungan dengan sejarah dan budaya sangat melekat terhadapnya. Makan tak heran Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya, salah satu faktor terbesarnya yakni karena Yogyakarta menyimpan sejarah-sejarah penting yang dimiliki Indonesia. Selain itu, banyaknya museum, wisata edukasi hingga wisata cagar budaya menjadi faktor pendukung lainnya. Nah kali ini, salah satu Museum yang seringkali menjadi buah bibir masyarakat akan kami bahas pada artikel ini, nama wisata museum sejarah dan budaya yang dimaksud adalah Museum Puro Pakualaman.

Museum Puro Pakualaman ini didirikan pada masa pemerintahan Paku Alam V, bangunan museum itu memiliki luas sekitar 816 m2. Museum ini juga merupakan museum khusus yang menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan semasa Paku Alaman bertahta, di dalamnya terdapat beragam barang peninggalan sejarah yang bernilai tinggi yang merupakan peninggalan-peninggalan zaman VOC. Peninggalan-peninggalan tersebut terbagi atas tiga bagian.

Ruangan bagian pertama, terdapat daftar silsilah keluarga Paku Alam, foto-foto dari Paku Alam itu sendiri, kesemua itu berasal dari dokumen perjanjian politik bersama Inggris dan Belanda. O ya, di ruangan pertama ini pula terdapat denah Puro Pakualaman. Sedangkan di ruangan bagian kedua, terdapat peralatan yang pernah digunakan pada masa kejayaan Puro Pakualaman. Kamu juga bisa melihat koleksi pakaian prajurit, pakaian Permaisuri Pangeran Adipati Praja Pakualaman hingga koleksi kostum tari, dan masih banyak lagi koleksi kostum-kostum lainnya.

Dan terakhir pada ruangan bagian ketiga, terdapat kereta kuda yang dikenal dengan namanya Kereta Kiai Manik Koemolo. Perlu kamu tahu bahwa kereta kuda itu merupakan hadiah dari Raffles untuk Pakualam pada tahun 1814. Kerete kuda tersebut berada tepat di belakang istana. Yang tak kalah menarik untuk kamu lewatkan yaitu, adanya tempat meditasi raja yang berada di bawah Pohon Gandaria.

Museum Puro Pakualaman sendiri mulai mendapat perbaikan pada tahun 1981 oleh persetujuan Sri Paku Alam, dan tak ketinggalan pula Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta yang ikut andil di dalamnya. Museum Puro Pakualaman ini mulai diresmikan pada tanggal 29 Januari tahun 1981.