Puncak Terindah di Yogyakarta Bernama Puncak Kosakora

Gunung kidul dikenal dengan keindahan pantainya, jumlah destinasi wisata pantainya pun tak terhitung banyaknya. Tapi bukan berarti Gunung Kidul tidak memiliki destinasi wisata lain selain Pantai, ada banyak wisata-wisata lain yang memang namanya tidak sepopuler nama pantainya, tapi jangan salah, keindahan alam dan pemandangannya tidak bisa diremehkan. Salah satunya adalah Puncak Kosakora, wisata perbukitan yang satu ini sungguh menyuguhkan pemandangan apik dan tidak mengecewakan untuk dikunjungi.

Puncak Kosakora memang kalah pamornya dibanding nama-nama lain, seperti Gunung Api Purba, Embung Sriten atau Embung Ngelanggeran. Tapi bukan berarti Puncak Kosakora kalah dalam hal pemandangan dan spot-spot yang ciamik untuk dikunjungi, dan bagi Anda yang datang ke sana akan disuguhkan pemandangan apik pantai-pantai serta Yogyakarta itu sendiri dari ketinggian.

Saat Anda menuju ke sana, Anda juga akan ditemani pemandangan-pemandangan indah di sepanjang jalan, kanan-kiri yang Anda lalui akan terlihat spot-spot memukau serta menyejukkan mata. Rute yang Anda lalui untuk sampai ke sana cukup mudah, sekitar 30-45 menit dari Pantai Drini yang kurang lebih jarak tempuhnya adalah 2 km dengan melewati 2 bukit.

Setelah Anda melewati dua bukit dari Pantai Drini itu, Anda akan berjalan menulusuri bukit yang nantinya kamu akan bertemu dengan padang sabana. Masyarakat sekitar pada umumnya menyebutnya dengan ‘Lemah Sangar’, karena di bukit tersebut tidak ada sama sekali bangunan, yang ada hanya rumput dan pandan pantai. Dari situ kamu menuju Pantai Ngerumput , lalu melewati rimbunan padang pandan pantai, lalu sampailah di Puncak Kosakora.

Pada umumnya, para wisatawan yang datang tergiur untuk bermalam di sana, mulai dari melihat sunset di sore hari hingga menunggu sunrise di waktu fajarnya. Karena memang Anda akan benar-benar terpukau dengan keindahannya. Tapi yang harus Anda mengerti adalah, tidak diperkenankan untuk membuat api unggun karena bisa merusak rerumputan yang terawat di sana. Cukup dengan lampu penerangan saja ya. O ya, Anda jangan khawatir perkara makan ya, karena di Puncak Kosakora ini terdapat banyak kedai-kedai yang menyediakan banyak kebutuhan untuk dikonsumsi perut.

Keindahan Sempurna Sunset di Candi Ratu Boko

Sebutan Kota Budaya yang kerap disematkan pada Daerah Istimewa Yogyakarta, memang benar belaka adanya. Terdapat ribuan situs serta tempat wisata yang bernilai sejarah tinggi di sini, dan para pelancong pun tak ragu untuk mendatanginya satu per satu. Tapi tidak sedikit dari wisata-wisata sejarah yang ada di Indonesia dipandang sebelah mata, sebab suguhan yang ada di dalamnya mayoritas terkesan monoton dan tidak menarik, tapi itu tidak berlaku bagi Candi Ratu Boko.

Tempat wisata bersejarah yang satu ini, menjadi salah satu tempat wisata kebanggaan yang dimiliki Yogyakarta. Sebab, tempat ini menyuguhkan pemandangan indah serta menawan, panorama yang ditawarkan dari tempat ini pun sangat mempesona. Apalagi kala sunset sore muncul, keindahan yang akan Anda dapatkan nampak begitu sempurna.

Candi Ratu Boko sendiri terletak di Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah. Dari pusat kota Yogyakarta letaknya sekitar 17 km ke sebelah timur. Akses yang tersedia untuk menuju ke lokasi ini pun relatif mudah. Anda hanya tinggal menyusuri Jl.Raya Jogja-Solo dan tak jauh dari situ Anda akan mendapati pertigaan objek wisata Candi Prambanan, setelah sudah sampai situ Anda ambil arah kanan, sekitar 3 km dari pertigaan itu Anda akan sampai.

Konon Candi Ratu Boko dahulu difungsikan untuk benteng pertahanan pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, ia merupakan pengikut Budha. Lahannya yang seluas 250.000 m2 dibagi menjadi empat wilayah. Bagian tengah difungsikan sebagai gapura utama, paseban, pembakaran, kolam, lapangan dan tumpukkan bebatuan kuno. Di bagian tenggara terdapat bangunan yang berbentuk balai atau pendopo, sedangkan di bagian barat terdapat Stupa Budha, kompleks gua disertai kolam juga.

Selain Anda bisa menikmati peninggalan situs-situs bersejarah yang ada di dalamnya, Anda juga bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari area Candi Ratu Boko ini, pemandangan itu dilengkapi dengan pemandangan Candi Prambanan yang tak jauh dari lokasi Candi Ratu Boko, dengan latar Gunung Merapi yang menjulang gagah.

Anda pun tidak perlu khawatir perihal kuliner, ada banyak restoran lezat dan ikonik di sekitaran area Candi Ratu Boko ini. O ya, untuk informasi biaya yang dikenakan untuk masuk ke Candi Ratu Boko ini adalah sebesar Rp. 25.000 per orang, dengan tambahan biaya parkir yang kurang lebih sebesar Rp.5000.

Snack Wonderland Tempat Wisata Yang Bikin Kamu Laper

Mengunjungi tempat-tempat wisata tentu tidak akan pernah terlepas dari kegiatan motret-memotret, suatu agenda yang wajib dan tidak boleh ketinggalan bukan? Liburan pun juga akan terasa lebih lengkap. Namun kegiatan motret-memotret ini juga tidak sembarang dilakukan, melainkan butuh tempat atau spot-spot foto keren dan juga menarik, agar hasil dari berwisata itu sendiri ada sesuatu yang dapat dikenang dengan baik.

Kalau kita membicarakan soal spot-spot foto, rasanya tidak lepas dari kaum muda. Ya, berfoto ria mungkin menjadi suatu wujud eksistensi dan kepuasan tersendiri bagi era yang semakin erat dengan kaum milenial. Karena mereka butuh tempat-tempat yang instagrammabel untuk ditampilkan di media-media sosialnya.

Anda tidak perlu khawatir, Yogyakarta memiliki segudang spot foto keren nan kece yang pasti membuat Anda tergiur untuk menjajalnya. Ada banyak sekali destinasi-destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta ini yang menyuguhkan spot-spot foto keren, seperti Upside Down World, De Arca Museum, dan lain sebagainya. Namun kali ini Yogyakarta tempat wisata lainnya yang instagrammabel banget, namanya Snack Wonderland.

Snack Wonderland mulai dibuka sekitar 19 Oktober 2018 lalu, tempat wisata yang satu ini berkonsep indoor, dan dibuat khusus bagi Anda pecinta spot-spot cantik. Walau masih terbilang baru berdiri, tempat ini jauh dari kata sepi pengunjung loh, tidak kalah saing dengan ribuan tempat wisata menarik lainnya yang ada di Yogya.

Hal itu sangat beralasan, karena memang tema fotografi yang diusung di Snack Wonderland ini sanga kental terasa. Spot-spot yang disuguhkan di setiap sudutnya tak akan jauh-jauh dari soal makanan, ya seperti namanya. Anda akan menemukan banyak ornamen-ornamen makanan yang mungkin salah satunya adalah makanan favorit Anda, seperti permen, cokelat, ice cream, minuman-minuman soft drink, makaroni dan masih banyak lagi lainnya.

Kesemua tema makanan itu dikemas dengan sangat apik dan juga menarik, membuat mata Anda tergiur untuk sesegera mungkin memposisikan diri untuk bergaya dalam banyak pose. Tapi perlu Anda tahu, Snack Wonderland ini tidak hanya menawarkan spot-spot sputar makanan loh, ada juga yag lainnya seperti ada arena bola, wahana body painting bagi Anda yang hobi melukis. Pasti seruh deh, kami sangat merekomendasikan Anda untuk menjadikan Snack Wonderland ini list wajib tatkala Anda mengunjungi Kota Gudeg ini.

Nikmati Keseruan dan Sensasi Dunia Terbalik di Upside Down World Jogja

Berwisata belum lengkap rasanya jika tidak meninggalkan bekas yang bisa dikenang, ya, apalagi kalau bukan dokumentasi. Yogyakarta adalah tempat sejuta kenangan yang bisa Anda abadikan bersama keluarga, teman atau pasangan. Bukan Yogyakarta namanya jika tidak memiliki spot-spot foto cantik dan menarik.

Alasan wisatawan mengunjungi suatu tempat tidak lain dan tidak bukan adalah menikmati tempat tersebut, dengan tambahan hasil foto terbaik. Nah, berbicara mengenai foto terbaik serta unik, Yogyakarta memiliki destinasi wisata yang memiliki kriteria tersebut. Yaitu Upside Down Worl Jogja.

Seperti namanya, destinasi wisata satu ini mengusung konsep dunia terbalik. Apa itu maksudnya? Maksudnya adalah seluruh furniture atau perabotan yang ada di dalamnya diposisikan secara terbalik, jadi ketika Anda berada di ruangan yang juga bertemakan indoor ini Anda akan merasakan seolah-olah benda-benda yang ada di sekitar Anda nampak sedang terbalik.

Upside Down World Jogja ini berdiri pada tahun 2016 dengan jumlah bangunan 2 lantai, dari 2 lantai itu terdapat 12 spot foto terbalik, yang di setiap spotnya memiliki tema berbeda. Seperti perabotan ruang TV yang berisikan sofa, televisi, meja, kursi yang semuanya diletakkan secara terbalik.

Selain ruang tamu, Anda juga bisa mendapatkan suasana kamar mandi beserta peralatannya yang juga terbalik. Di dalamnya ada tempat handuk, kloset, westafel atau sabun. Selanjutnya ada juga ruang makan, Anda akan disuguhkan dengan suasana seperti di tempat makan tapi dengan perabotan yang terbalik, seperti kursi makan, meja makan, dll. Anda bayangkan saja betapa lucunya ketika Anda berada di tengah-tengah ruangan yang telah disebutkan.

Tapi patut Anda beri perhatian bahwa, setelah Anda keluar dari ruangan ini Anda akan terasa pusing. Tapi itu tidak ada artinya dan akan hilang seketika juga kok, daripada Anda mesti melewatkan kesempatan menarik serta lucu ini.

Bagi masyarakat lokal Yogyakarta khususnya, Upside Down World ini cukup populer terdengar. Karena memang sensasi yang akan Anda dapatkan jauh dari kata mengecewakan. Berani coba?

Perpustakaan Terbesar Se-Asia Tenggara Ada di Yogyakarta

Yogyakarta selalu menjadi salah satu kota rujukan, pusat bahkan kiblat pendidikan di Indonesia. Salah satu faktor utama pendukungnya adalah, berdirinya universitas-universitas ternama yang juga melahirkan banyak cendikiawan-cendikiawan handal. Maka tak heran, Kota Yogyakarta dikenal dengan sebutan kota pelajar.

Tetapi, akan menjadi pertanyaan besar jika sematan kota pelajar itu tidak terlihat dari infrastruktur-infrastruktur yang mendukungnya. Eits, tentu tidak demikian. Yogyakarta patut berbangga karena Pemerintah Daerah cukup sadar bahwa hal seperti itu, harus menjadi perhatian penting. Salah satu bukti keseriusan pemerintah DIY adalah dengan dibangunnya Grahatama Pustaka, perpustakaan ini tak main-main kelasnya, yaitu mendapatkan pengakuan sebagai perpustakaan terbesar di Asia Tenggara.

Perpustakaan Grahatama Pustaka ini memiliki luas 2,5 hektar yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, daerah tersebut berbatasan dengan kotamadya Yogyakarta. Saat Anda menapaki area perpustakaan ini, dari kejauhan Anda akan disuguhkan dengan 4 menara yang menjulang tinggi. Dan menara itu dibangun atas dasar filosofi jawa, yakni Prakoso, Wulung, Wangi dan Agung. Maka tak heran, Anda akan disuguhkan pada bangunan-bangunan dengan sentuhan kejawen tapi dengan tidak meninggalkan unsur modernitas.

Perpustakaan ini memiliki 3 lantai utama, dengan bentuk arsitekturnya yakni 1 bagian tengah terdapat balkon dengan 1 pohon besar di tengahnya, terdapat karpet rumput sebagai alas, sehingga membuatmu nyaman bagi yang suka outdoor. Yang indahnya lagi, di bagian tengah ini, mata Anda akan langsung tertuju pada hampara langit luas, ada beberaoa Gazebonya juga di sana loh.

Berikut beberapa interior dan eksterior bangunan yang terdapat di perpustakaan Grahatama Pustaka

Lantai 1

  • Ruangan koleksi kanak-kanak
  • Ruangan bermain Anak
  • Ruangan musik Anak
  • Ruangan dongeng Anak
  • Ruangan pemutaran film Bioskop/Cinema 6D

Lantai 2

  • Ruangan Keanggotaan Perpustakaan
  • Ruangan Bebas Pustaka
  • Ruangan Informasi & Customer Service
  • Ruangan Koleksi Braile
  • Ruangan Koleksi umum
  • Ruangan Koleksi Referensi umum

Lantai 3

  • Ruangan Koleksi digital
  • Ruangan Koleksi langka, kamus & ensiklopedia
  • Ruangan Koleksi majalah & koran
  • Ruangan Koleksi tandon/penyimpanan bahan pustaka
  • Ruangan Koleksi peraturan perundangan
  • Ruangan Koleksi deposit
  • Ruangan Koleksi skripsi
  • Ruangan pemutaran film di Ruang Audio visual

Dilihat dari daftar ruangan di atas, maka tak heran perpustakaan Grahatama Pustaka ini digadang-gadang sebagai perpustakaan terbesar di Asia Tenggara

Bukan Parangtritis Inilah Pantai Terhits di Yogyakarta Saat Ini

Bagi Anda yang sudah tidak asing dengan wisata-wisata pantai di Yogyakarta, pasti nama-nama seperti Pantai Parangtritis atau Pantai Gunung Kidul mungkin sangat familiar di telinga Anda. Tapi, bagaimana dengan nama Pantai Kuwaru? Sudah pernah dengar?

Jangan salah loh, Pantai Kuwaru ini tidak kalah indah dari nama-nama pantai yang beken ini. Bagi penduduk lokal Yogyakarta sendiri, Pantai Kuwaru ini sebenarnya sudah sangat familiar, coba deh, Anda tanyakan ke rekan sejawat atau siapapun kenalan Anda yang berdomisili di Jogja. Kebanyakan akan mengakui keindahan Pantai Kuwaru ini.

Salah satu keunggulan dari Pantai Kuwaru adalah Anda akan dimanjakan dengan hamparan pohon cemara yang berjejer di sepanjang bibir pantai, salah satu aspek yang jarang dimiliki pantai-pantai lain yang ada di Yogyakarta.

Seperti pada umumnya pantai-pantai yang ada di kota budaya ini, Pantai Kuwaru juga memiliki gulungan ombak yang cukup deras mungkin pembedanya hanya dari kontur pasir yang agak miring. Berbeda dengan Pantai Parangtritis yang lebih memiliki area bibir pantai yang lapang.

Di Pantai Kuwaru ini juga Anda akan banyak menemukan pasar ikan khusus, dan tentu saja berbagai macam ikan segar dapat Anda santap dengan lahap. Seperti cumi, kakap, udang, dan lain-lainnya. O ya, yang unik kuliner di area ini yaitu, setelah Anda sudah memilih ikan yang Anda bawa, mintalah untuk dimasakkan oleh koki-koki sekitar. Sangat diperbolehkan loh.

Selain kuliner dan pantai yang membuat Anda betah lama-lama di Pantai Kuwaru, Anda juga bisa menikmati wahana lainnya, semisal bermain motor ATV untuk menyusuri keindahan hamparan pasir dan desiran ombak. Sembari mengendarai motor ATV, Anda juga bisa berhenti di tiap spot-spot keren seperti pemandangan kapal, pohon-pohon cemara udang yang berjajar rapi

Waduk Sermo Andalan Wisata di Yogyakarta

Anda mungkin sudah tidak asing dengan slogan Yogyakarta, Kota Budaya. Tentu tidak salah, namun Yogyakarta juga memiliki sejuta destinasi wisata yang menarik yang patut dikunjungi. Salah satu destinasi wisata sedemikian beragamnya itu, Yogyakarta memiliki satu destinasi andalan, yaitu waduk sermo. Waduk Sermo ini berlokasi di Kabupaten Kulon Progo.

Lokasi tepat Waduk Sermo ini berada di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, uniknya Waduk ini dibangun dengan membendung Kali Ngrancah yang ada di sana dengan tujuan utamanya sebenarnya untuk suplesi sistem irigasi di daerah Kalibawang seluas 7.152 Ha.

Waduk Sermo mulai dibangun pada tahun 1994, dan mulai diresmikan kala itu oleh Presiden Soeharto. Dan pada saat itu Waduk Sermo digadang-gadang sebagai bendungan dengan kualitas air terbaik sehingga waduk ini pun digunakan oleh PDAM untuk air minum dan kebutuhan sehari-hari.

Pada awal-awal berdirinya, Waduk ini difungsikan untuk latihan dan lomba dayung, cakupan perlombaannya pun mulai dari kelas nasional hingga internasional. Akan tetapi belakangan ini Waduk Sermo dipergunakan untuk latihan dayung dari Akademi Angkatan Udara (AAU). Jauh dari yang dijelaskan di atas, suguhan Waduk Sermo ini sungguh tidak diragukan lagi. Kamu yang senang dengan pemandang perahu, di sini adalah tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan tersebut.

Bukan hanya itu saja loh, spot-spot foto yang disajikan di Waduk Sermo ini juga keren dan instagrammabel banget. Ditambah dengan suasana yang syahdu, cocok untuk Anda yang ingin menciptakan kenangan romantis bersama pasangan, sahabat karib atau keluarga, semisal menyewa perahu atau berfoto dengan latar Perbukitan Menoreh yang indah. Dan satu lagi, di saat sore hari, sunset di Waduk ini sangat luar biasa loh, buktikan sendiri deh.

Spot-spot Foto Lucu dan Menarik di Yogyakarta Ada di Ice Cream World

 

 

 

Daerah Istimewa Yogyakarta seolah tak pernah bosan menelurkan tempat-tempat yang memanjakan mata, hal itu menandakan bahwa Yogyakarta bukan hanya soal Malioboro atau Borobudur apalagi Bakpia. Bahkan dari hari ke hari ada saja tempat-tempat baru yang serba instagrammable, bicara tentang segala hal yang berkaitan tentang spot foto kece atau istilah kekiniannya instagrammable, belakangan ini Jogja kembali dikerumuni oleh wisatawan-wisatawan karena menurut mereka tempat ini merupakan spot foto yang kece dan keren banget. Destinasi tersebut yakni Ice Cream World Jogja.

Seperti namanya, Ice Cream World Jogja merupakan sebuah destinasi wisata dengan interior yang kental dengan nuansa ice cream dengan konsep studio foto. Sebenarnya pamor dari wisata Ice Cream World ini terlebih dulu booming di Jawa Tengah, Semarang hingga Denpasar, kesemuanya itu berada di bawah naungan perusahaan Ice Cream World Group.

Di Yogyakarta sendiri, Ice Cream World Jogja bertemakan wisata indoor dengan suguhan aneka spot yang instagrammable. Bagi kamu pecinta ice cream, maka kamu akan dipuaskan dengan pemandangan ice cream di tiap-tiap sudutnya. Mulai dari oranamen-ornamen bergambar ice cream yang menggemaskan, ruangan-ruangannya didesain dengan warna cerah dan total keseluruhannya terdapat 11 ruangan yang kesemuanya bernuansakan ice cream dengan segala keunikannya.

Dari 11 ruangan itu, terdapat spot-spot yang hingga kini menjadi spot favorit para pengunjung, spot itu adalah spot yang berisikan cone ice cream raksasa meleleh yang menempel di dinding, spot cone ice cream yang digantung secara terbalik juga sebenarnya tak kalah dijadikan spot favorit, selain itu ada juga spot dengan kolam berisi marshmellow raksasa, kit-kat raksasa, oreo raksasa dan ada juga ayunan yang papannya menggunakan pisang raksasa, dan masih banyak lagi yang lainnya, yang patut Anda coba.

Ice Cream Jogja sendiri mulai dibuka pada 13 Februari 2018 lalu, semenjak mulai dilaunchingnya tempat ini tak pernah sepi pengunjung terlebih saat weekend. Jadi bagi Anda-anda yang akan datang ke tempat seribu ice cream ini, diharap untuk membawa rasa kesabaran yang banyak ya, karena Anda akan banyak menemukan pemandandan antri di tiap-tiap spotnya.

Studio Alam Gamplong Wisata Budaya dan Sejarah Terunik di Yogyakarta

Yogyakarta bukan semata kota yang terkenal dengan gudegnya, karena jika kita berbicara Yogyakarta berarti kita tidak bisa lepas dengan segala hal mengenai budaya dan wisata. Ya, Yogyakarta seolah tak pernah habis menghadirkan tempat-tempat memukau yang layak dikunjungi.

Tak terkecuali dengan Studio Alam Gamplong, pernah dengar? Destinasi wisata yang dibangun pada akhir tahun 2017 ini tengah ramai dibicarakan khalayak umum, terkhusus untuk masyarakat Yogyakarta itu sendiri. Hal itu bukan tanpa sebab, karena bangunan-bangunan di seputar kawasan Desa Wisata Alam Gamplong ini memiliki struktur bangunan yang mencerminkan kehidupan Bangsa Indonesia pada abad ke 16 dan 17, sehingga saat kakimu menapaki kawasan ini aura-aura tempo dulu akan sangat terasa.

Desa Wisata Studio Alam Gamplong namanya kian santer terdengar, ketika tempat ini dijadikan setting lokasi untuk keperluan syuting film Sultan Agung The Untold Story. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo itu merupakan film dengan genre drama kolosial yang menceritakan tentang perjuangan Sultan Agung. Film ini dibintangi oleh Puteri Indonesia 2015, Anindya Putri, dengan mengambil setting abad ke 16 dan 17.

Studio Alam Gamplong sendiri dibangun oleh Mooryati Soedibyo, ia adalah pemilik dari Mustika Ratu Group, awalnya tempat ini dibangun memang untuk keperluan syuting film Sutan Agung The Untold Story. Namun seiring berjalannya, tempat ini semakin ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah dan lambat laun kian booming setelah digunakan kembali untuk keperluan syuting film selanjutnya, yakni Bumi Manusia. Film yang berdurasi hingga 3 jam ini ternyata banyak diminati para penonton, didukung dengan aktor kenamaan Indonesia yaitu Iqbal Ramadhan membuat film ini semakin laris di pasar perfilman Indonesia.

Semenjak dua film tersebut menjadikan Desa Wisata Alam Gamplong sebagai latar tempat syuting, dan ditambah dengan beredarnya poto-poto klasik yang bertebaran di media sosial. Studio Alam Gamplong mendapat julukan ‘Mini Hollywood’