Air Terjun Luweng Sampang; Pesona Alam di Puncak Dataran Tinggi Yogyakarta

Di Yogyakarta, cukup banyak tawaran wisata air terjun. Di Kulon Progo memiliki Grojogan Sewu yang Eksotis, kini akan dibahas air terjun yang berlokasi di Kabupaten Gunungkidul. Namanya adalah Air Terjun Luweng Sampang.

Sebenarnya air terjun ini bukanlah air terjun yang besar. Ini adalah air terjun kecil atau curug.  Di Jogja sendiri curug memang diartikan sebagai air terjun kecil. Salah satu air terjun yang menarik di Jogja adalah air terjun Luweng Sampang yang berlokasi di Jl. Juminahan, Sampang, Mongkrong, Sampang, Gedang Sari, Kabupaten Gunung Kidul. Gedang Sari bisa dikatakan lokasi paling tinggi di perbukitan area Gunung Kidul.

Untuk menuju lokasi kondisi jalan cukup aman dan baik. Sedangkan jaraknya dari pusat Kota Jogja adalah kurang lebih 29 km. Apabila menggunakan kendaraan bermotor roda dua, jaraknya akan terasa begitu jauh. Menggunakan roda dua bisa membutuhkan waktu tempuh 1 jam hingga lebih.

Untuk rute perjalanan dari pusat Kota Jogja ke arah timur yaitu menuju jalan Wonosari. Memasuki jalan Wonosari terus ke timur melewati Piyungan ke arah Ngoro-oro, mengikuti jalan hingga sampai di Gedang Sari.

Wisata air terjun ini masih begitu alami. Belum banyak sarana atau fasilitas yang dibangun kecuali rute menuju lokasi. Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata di lokasi ini, dapat membawa barang-barang kebutuhan seperlunya secara mandiri karena belum juga banyak pedagang yang menyediakan. Biaya yang dikeluarkan hanya berkisar biaya parkir sebesar Rp.2.000,- hingga Rp.5.000,-

Keunikan yang ditawarkan Air Terjun Luweng Sampang adalah pemandangannya. Tebing yang ada berbentuk seperti kikisan bukit yang rapid an juga air terjunnya berbeda. Karena aliran dan bentuknya tidak seperti curug pada umumnya. Baik tebing dan bentuk air terjunnya memiliki proses terbentuk dan asal usul tersendiri. Aliran airnya membentuk lobang yang dalam bahasa setempat disebut sebagai luweng. Sedangkan sampang merupakan tempat di mana air terjun ini berada.

Pada dasar air terjun terdapat semacam kolam kecil yang bisa menjadi wahana bermain air. Uniknya, kolam ini memiliki setidaknya dua warna. Yaitu berwarna coklat dan berwarna biru tosca. Warna ini tidak tampak pada saat yang sama, namun bergantung kondisi.

Pada saat musim hujan, air kolam tampak kecoklatan dengan derasnya debit air terjun. Sedangkan pada saat musim kering air tampak jernih hingga ke dasar kolam. Pada siang hari, air kolam yang jernih ini bisa tampak kebiruan seperti warna tosca. Nah, biasanya yang paling ditunggu-tunggu adalah momen saat air kolam berwarna tosca.

Batuan di sebagian area Gunungkidul memang cadas dan hampir seperti batuan karang. Daerah ini memang berada di pesisir pantai selatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Sehingga suasana khas lautan begitu mempengaruhi alam sekitar lokasi. Mungkin itu juga yang mempengaruhi tebing di sini berbentuk mirip dengan spot Antalope Canyon di Arizona, Amerika Serikat. Karena sama-sama berbentuk kikisan yang beraturan dari sisi atas ke sisi bawahnya.