Keagungan Candi Sari Yang Menarik Untuk Kamu Ketahui

Di daerah Sleman terdapat satu tempat cagar budaya yang cukup familiar namanya, yaitu Candi Kalasan. Namun, bukan candi tersebut yang akan dibahas dalam tulisan kali ini, melainkan satu candi lainnya yang waktu berdirinya dibangun secara bersamaan dengan Candi Kalasan. Candi yang dimaksud yaitu Candi Sari, kedua candi itu pun memiliki banyak kemiripan.

Candi Sari memiliki ketinggian sekitar 17 meter, dan panjangnya sekitar 17,3 meter dengan lebarnya 10 meter, dan candi ini juga masih difungsikan sebagai biara tempat ibadah. Seperti yang telah disebutkan, Candi Sari ini memiliki banyak kemiripan dengan Candi Kalasan, seperti bentuk dindingnya yang sama-sama ditutupi Vajralepa, dengan dinding luarnya yang dihiasi oleh patung-patung Bodhisattva.

Patung itu jumlahnya sebanyak 36 buah, terdapat delapan di sisi utara, delapan di sisi timur, delapan sisi selatan dan dua belas di sisi barat. Candi Sari ini menghadap ke arah barat, yang artinya penampakan sunset yang bisa kamu nikmati akan terasa sangat memukau dari sini.

Kesamaan antara Candi Kalasan dan Candi Sari sampai diterangkan dalam Prasasti Kalasan (700 Saka/778 Masehi). Prasasti-prasasti itu menjelaskan para penasihat keagamaan yang bernama Wangsa Syailendra, ia menyarankan Maharaja Tejapurnama Panangkara untuk mendirikan bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan membangun sebuah biara untuk para pendeta Buddha.

Candi Kalasan dibangun untuk pemujaan Dewi Tara dan Candi Sari dibangun untuk biara pendeta Buddha. Selain nilai sejarahnya yang bisa kamu pelajari, di sini juga kamu bisa melakukan aktifitas bersepeda yang menyenangkan, area sekitar candi ini sangat asyik untuk bersepeda ria bersama rekan atau sekadar menikmatinya sendiri.

Pantai Slili; Pantai Romantis Asal Gunungkidul

Pantai Slili berlokasi di daerah Kabupaten Gunung Kidul, salah satu kabupaten yang ada di Yogyakarta yang menyimpan sejuta keindahan alam pantainya, tak terkecuali dengan Pantai Slili ini.  Pantai ini memiliki luas sekitar 100 meter persegi, walaupun terbilang kecil, pantai ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan. Lokasinya berada di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Slili ini letaknya berdekatan dengan dua pantai yang juga cukup terkenal namanya, yakni Pantai Krakal dan Pantai Sandranan.

Ada yang unik dari pantai ini, yaitu memiliki dua nama lain selain Pantai Slili. Sebutan pertama, masyarakat sering menyebutnya dengan Pantai Watu Lawang dan sebutan lainnya adalah Slili Love. Disebut sebagai Pantai Watu Lawang karena terdapat sebuah pulau kecil yang sering disebut bukit karang yang bagian bawahnya terdapat sebuah lubang berbentuk seperti pintu. Sedangkan sebutan Slili Love datang dari hiasan yang dibentuk dari bungan plastik membentuk lambang hati atau cinta, hiasan ini sering dijadikan spot foto favorit bagi pengunjung yang datang.

Daya tarik lainnya yang ada di Pantai Slili yaitu adanya wisata snorkling yang seru, kamu bisa menikmati keindahan dunia bawah laut dengan tarif sewanya yang relatif murah. Selain menikmati panorama pantai yang indah, berfoto ria di Slili Love, snorkling, kamu juga bisa melakukan tracking di area Pantai Slili ini dengan mendaki bukit yang memisahkan Pantai Slili dan Pantai Krakal, atau di Bukit Kobengan yang berada di sebelah timur pantai. Di sini sudah dilengkapi dengan fasilitas wisata kulinernya juga, kamu bisa menikmati aneka menu masakan laut, atau bagi kamu yang lebih senang menikmati alam pantai tanpa harus langsung menjejakinya, ada gazebo yang bisa kamu manfaatkan.

Pantai Parangendog, Pantai Unik nan Mempesona Dengan Karang Berbentuk Telur

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Yogyakarta yang memiliki banyak keindahan pantainya, saat kamu mengunjungi kawasan Gunung Kidul, di sepanjang jalannya banyak sekali jajaran pantai yang bisa kamu nikmati, keindahannya pun cukup beragam dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satunya adalah Pantai Parangendog, diberi sebutan Pantai Parangendog, karena di kawasan ini banyak sekali bebatuan yang menyerupai telur. Telur, dalam Bahasa Jawa artinya endog, sedangkan parang sendiri bermaknakan batu karang.

Selain kamu akan menemukan banyak sekali pemandangan bebatuan besar yang mirip telur, di sini juga akan disuguhkan dengan  perbukitan hijau yang luas dan mempesona. Perbukitan itu merupakan wilayah dataran tinggi Pegunungan Seribu, juga di pinggiran pantainya kamu bisa melihat tebing tinggi yang bernama Tebing Watugupit. Masyarakat sekitar lebih mengenalnya dengan nama Tebing Pantai Parangendog. Tidak seperti pantai-pantai selatan yang mayoritas memiliki ombak ganas, di pantai ini debur ombaknya terbilang tenang, sehingga para nelayan tak kuatir untuk menjadikannya sebagai kegiatan melaut.

Bukan hanya dijadikan sebagai aktifitas melaut para nelayan, para wisatawan juga banyak yang memanfaatkannya untuk berenang dengan leluasa. Pantai ini juga cocok bagi kamu yang hobi memancing, karena ikan-ikan yang ada di perairan ini terbilang cukup banyak dan bermacam-macam jenisnya. Kebanyakan dari mereka yang hobi memancing, melakukan aktifitasnya di pinggir pantai pada batu-batu pecahan karang. Setelah memancing, kamu juga diizinkan untuk membakar ikannya di area sekitar pantai, asalkan tetap menjaga kebersihan lingkungan ya.

Di Pantai Parangendog ini juga tersedia aktifitas olahraga yang bisa memacu adrenalinmu, yaitu paralayang. Tebing-tebing menjulang yang ada di sekitar pantai sangat cocok untuk mendukung kegiatan paralayang, kecepatan angin yang ada di sekitar pantai pun relatif stabil. Pantai ini juga terkenal akan keanekaragaman biota lautnya, beberapa di antaranya terdapa beragam jenis ikan yang cantik nan langka, kerang-kerangan serta rumput laut. Ada yang kurang rasanya jika panorama pantai tidak menyajikan spor sunset yang cantik, nah di sini juga terdapat spot foto favorit para pengunjung untuk mendapatkannya, yaitu di tebing Watugupit. Kamu bisa mencobanya dan membuktikan keindahannya.

Kemegahan Museum Gunung Merapi Yogyakarta

Salah satu museum yang wajib kamu kunjungi saat berada di Yogyakarta yaitu Museum Gunung Merapi, ya, Gunung Merapi merupakan ikon penting yang dimiliki Kota Pelajar ini. Di sini kamu akan menemukan segala aktifitas maupun kesejarahan yang berhubungan dengan Gunung Merapi, di dalamnya kamu akan banyak mempelajari terkait informasi Gunung Merapi, tentang bencana geologi yang sifatnya rekreatif hingga sumber-sumber informasi penting terkait bencana lainnya. Lokasi Museum Gunung Merapi ini berada di pusat kawasan objek wisata kaliurang, yang jarak tempuhnya kurang lebih sekitar 5 km.

Di sini kamu akan mendapat pelajaran penting seputar aktifitas gunung yang masih aktif, tak terkecuali Gunung Merapi itu sendiri. Mulai dari sadar akan kewaspadaan dan kebermanfaatan yang dihasilkan dari letusan gunung berapi, gempa, erupsi, dan lain sebagainya. Dilengkapi dengan koleksi-koleksi gambar serta video tentang gempa dan letusan gunung api, membuatmu semakin mudah untuk mencerna dan memahaminya, dan juga tempat ini menjadi pilihan tepat untuk belajar dan berwisata.

Museum Gunung Merapi mulai diresmikan oleh Purnomo Yusgiantoro, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada tanggal 1 Oktober tahun 2009. Luas bangunannya sekitar 4,470 yang berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektare, museum ini memiliki semboyan Merapi Jendela Bumi. Saat kamu mengunjungi museum ini, kamu akan menemukan dua lantai. Lantai yang pertama kamu akan melihat foto bagaimana erupsi Gunung Merapi, hingga ke peralatan pengamatan seperti seismograf, radi dan komputer yang bisa membuatmu melihat secara dekat.

Lantai kedua, kamu akan menikmati replika merapi dari atas. Selain dua lantai tersebut, kamu juga bisa mendapati alat-alat peraga untuk simulasi yang ditampilkan dalam LCD. Peraga yang ditampilkan ada dua jenis, yaitu peraga gempa bumi dan peraga bencana tsunami, tak hanya itu kamu juga bisa mendapati replika gunung. Yang uniknya, di sini tersedia bioskop mini yang berisikan film dokumentasi yang bertajuk Mahaguru Merapi. Jika kamu sering mendengar mitos-mitos yang terjadi di Gunung Merapi, di sini diajarkan wawasan yang sebenarnya.

Museum Affandi; Tempat Berburu Lukisan-lukisan Langka dan Bersejarah

Daerah Istimewa Yoyakarta merupakan salah satu provinsi yang menyimpan sejarah berharga Bangsa Indonesia, sejarah-sejarah tersebut banyak tersimpan di dalam museum-museum maupun cagar-cagar budaya yang tersebar di berbagai daerahnya. Salah satu museum yang cukup bernilai dan memiliki sejarah penting yang menarik untuk kamu pelajari, atau sekadar untuk mengetahuinya adalah Museum Affandi. Museum ini berdiri di atas lahan yang luasnya sekitar 3.500 meter persegi, di dekat museumnya terdapat tempat tinggal seniman Affandi sendiri, namun kini tempat tersebut digunakan sebagai cafe untuk pengunjung-pengunjung yang datang.

Bagi yang masih asing siapa itu Affandi, sampai-sampai dibuatkan museum khusus untuknya, dia adalah maestro lukis yang dimiliki Negara Indonesia. Seni lukisnya beraliran ekspresionisme maupun abstrak, selain dedikasi tinggi yang ia tuangkan kepada dunia lukis dia juga seorang penulis handal dan dihargai tulisan-tulisannya. Bagi yang sudah familiar dengan ketokohan Affandi ini, pasti kamu sudah tahu bahwa pipa cerutu merupakan benda yang tidak bisa dilepaskan dari aktifitas kesehariannya. Ia lahir di Cirebon pada tahun 1907. Musseum Affandi berdiri pada tahun 1974, walaupun sebenarnya sudah ada sejak tahun 1962, tetapi statusnya hanya sebatas galeri saja.

Jika kamu mengunjungi museum ini, kamu dapat menemukan empat galeri di dalamya. Beberapa di antaranya yaitu, di galeri pertama terdapat karya-karya seni Affandi dari awal ia berkarir hingga karya terakhirnya, dari bentuknya yang klasik sampai modern, selain karya-karya seninya terdapat juga benda-benda pribadi miliknya, ada sepeda onthel, ember, sandal jepit, kliping berita, mobil sedan kuno dan masih banyak lagi.

Pada galeri kedua awalnya digunakan untuk memamerkan lukisan Affandi untuk dijual, dalam perkembangannya galeri ini juga digunakan sebagai ruang pameran koleksi karya pelukis lain, dan tempat-tempat galeri lainnya. Museum Affandi ini baru diresmikan oleh Prof Ida Bagus Mantra pada tahun 1974, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum. Selain sebagai pelukis, sepanjang hidupnya Affandi mendedikasikan diri sebagai seorang penulis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstarak.

Air Terjun Seribu Batu; Air Terjun Unik Yang Ada di Bantul Yogyakarta

Kabupaten Bantul menjadi salah satu kabupaten di Yogyakarta yang tidak pernah bosang menghadirkan potensi-potensi wisata alam yang baru. Tidak hanya terkenal dengan wisata budaya, sejarah, religi atau pantainya saja, Bantul juga memiliki banyak wisata air terjun yang menarik untuk kamu kunjungi. Akhir-akhir ini, terdapat satu air terjun yang namanya sering diperbincangkan oleh para wisatawan karena suguhan keindahan alamnya yang menjanjikan. Nama air terjun tersebut adalah Air Terjun Seribu Batu.

Nama seribu batu itu sendiri berasal dari jumlah bebatuan yang sangat banyak di sepanjang aliran sungainya, dan tidak sekadar banyak, batu-batu itu juga memiliki ukuran-ukuran yang beragam, mulai dari yang kecil-kecil hingga yang berukuran sangat besar. Menurut cerita, batu-batu tersebut berasal dari letusan Gunung Api Purba Nglanggeran pada jutaan tahun yang lalu. Air Terjun Seribu Batu juga sering disebut dengan Air Terjun Cengkehan karena lokasinya memang berada di Dusun Cengkehan.

Air Terjun Seribu Batu memiliki tinggi sekitar 8 meter, dengan kedalaman kolam yang berada di bawah air terjunnya sekitar 1 meter. Kolam tersebut terbentuk karena gerusan air yang ada dalam waktu yang sangat lama, dan tentunya kamu bisa menggunakan kolam ini untuk mandi dan berenang atau sekadar bermain air. Kamu dapat menikmati keindahan air terjun di sini sembari melihat suasana hutan alami dan suasana pedesaan yang jauh dari polusi perkotaan.

Konon Air Terjun Batu ini dipercaya memiliki banyak manfaat, di antaranya airnya dapat mempererat hubungan suami istri dan juga dapat membuat pengunjung terlihat awet muda. Ditambah lagi, kondisi iklim setempat yang sejuk, pemandangan alamnya yang asri, air pegunungannya yang jernih serta diiringi dengan pepohonan hijau, dijamin akan membuatmu betah berlama-lama dan enggan untuk beranjak segera.