Panorama Alam Pantai Sempurna di Pantai Seruni

Gunung Kidul merupakan daerah yang menyuguhkan sejuta pantai, salah satu kabupaten yang ada di Derah Istimewa Yogyakarta ini memang terkenal akan keindahan wisata alam, khususnya wisata pantainya. Jika kamu berkesempatan menjelajahi daerah Gunung Kidul ini, di sepanjang perjalanan suasana pantainya akan terasa kental sekali. Salah satu pantai yang kini sedang banyak dilirik oleh para wisatawan adalah Pantai Seruni, pantai ini indah banget loh.

Kawasan Pantai Seruni ini memiliki bibir pantai yang lumayan panjang, maka tak heran banyak yang memanfaatkannya untuk bermain bola voli atau bermain sepak bola. Di sini juga merupakan tempat yang tepat bagi kamu yang hobi memancing, ikan-ikan yang ada di sini cukup ramah dengan kail loh. Menariknya lagi, spot memancing ini merupakan air tawar yang alirannya tidak akan pernah berhenti.

Nama seruni sendiri menurutu cerita diambil dara nama Bunga Seruni, nama lain dari chrysous yang artinya adalah emas. Jika melihat suguhan yang ada di pantai ini, rasanya tidak berlebihan rasanya jika bermaknakan emas. O ya, nama Pantai Seruni sendiri terdapat di beberapa wilayah, beberapa di antaranya Pare-pare, Makassar, hingga Bojo Barru, jadi jangan sampai ketukar ya Pantai Seruni yang mana.

Harga tiket masuk ke Pantai Seruni ini murah meriah, hanya dengan merogoh kocek sebesar 10 ribu, kamu akan dibuat puas dengan suguhan alam dan keindahan Pantai Seruni ini. Bagi kamu yang hobi seru-seruan dan ingin menikmati keindahan malamnya, bisa juga mengadakan camping di sini, hanya saja akan dikenakan biaya tambahan sebesar 25 ribu rupiah per malamnya.

Untuk menuju lokasi ini, jika kamu berada di titik Stasiun Tugu bisa mengikuti beberapa papan petunjuk yang sudah tersedia menuju ke arah Pantai Baron. Rutenya yakni melalui Piyungan, Pathuk, Lanud Gading hingga sampai ke Jalan Baron, lalu Krakal dan Kukup. Tak jauh dari sana kamu akan tiba ke Pantai Seruni ini setelah melewati jalur Indrayanti.

Keindahan Alam Pantai Siung Yang Menawan

Terdapat satu pantai yang cukup populer dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai macam daerah, pantai tersebut yaitu Pantai Siung. Bagi kamu yang pernah mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta ini, khususnya di Kabupaten Gunung Kidul, pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama Pantai Siung. Keindahan serta panorama yang ada di pantai ini memang sudah tidak diragukan, letaknya yang berada di antara batuan besar dan pegunungan menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari pantai ini. Ditambah lagi, hamparan pasir putihnya yang memukau serta tanaman pandan, yang tumbuh di pinggirannya membuat Pantai Siung ini terasa sempurna keindahannya.

Di kawasan pantai ini, terdapat jalan setapak yang akan menuntunmu menuju bukit, dari sana kamu bisa menikmati keindahan Pantai Siung secara utuh. Dari atas sana kamu akan disuguhkan berbagai macam pemandangan, beberapa di antaranya adalah alam Purwodadi yang terkenal memukau, tanaman padi milik warga setempat, serta menikmati birunya air laut yang bersih dan menyala-nyala saat diterpa sinar matahari. Asal usul dari nama Pantai Siung itu sendiri, berasal dari bebatuan besar yang mirip seperti gigi kera, atau istilahnya Siung Wanara.

Selain kamu bisa berenang, bermain air dan pasir, di kawasan ini juga kamu bisa melakukan aktifitas climbing atau panjat tebing. Pantai ini memang terkenal sebagai tempat panjat tebing yang asyik, banyak pengunjung yang datang ke pantai ini untuk menikmati pemandangan dan mencoba melakukan olehraga panjat tebing. Tidak sampai di situ saja, bagi kamu yang ingin menikmati malam bersama kawan-kawanmu, di pantai ini juga sudah tersedia area untuk camping. Ketika akhir pekan datang, tempat ini cukup ramai dijadikan tempat perkemahan.

Menikmati Keindahan Alam Yogyakarta Dari Ketinggian Watu Goyang

Di daerah Yogyakarta, banyak sekali perbukitan dan dataran tinggi yang menyajikan pemandangan yang mempesona. Maka tak heran, banyak sekali bermunculan tempat-tempat wisata yang bertemakan dataran tinggi. Salah satu pemandangan yang ditawarkannya yaitu melihat keindahan alam Yogyakarta dari ketinggian, pemandangan yang satu ini memang terkenal mampu menarik hati wisatawan untuk berlama-lama dan tak jarang membuatnya ingin mengunjunginya lagi dan lagi. Salah satu wisata dengan tawaran pemandangan seperti itu yang tidak boleh kamu lewatkan adalah Watu Goyang, lokasinya berada di Kabupaten Bantul.

Selain pemandangan alam Yogyakarta yang memukau dari ketinggian, pemandangan lain yang bisa kamu nikmati di tempat ini yaitu pemandangan Gunung Merapi yang gagah serta terlihat sangat alami. Jika kamu mengunjungi tempat ini pada waktu pagi hari, kamu akan merasakan sensasi seperti di atas awan. Tapi jangan khawatir bagi kamu yang bisa mengunjungi Watu Goyang ini pada waktu sore hari, pemandangannya tak kalah menakjubkan karena kamu akan disuguhkan dengan sunset yang sempurna.

Bagi kamu yang penat akan kehidupan perkotaan dengan segala kepenatannya, tempat ini merupakan tempat yang cocok untuk kamu jadikan daftar list wajib destinasi wisata yang akan kamu kunjungi saat memiliki waktu luang. Watu Goyang sendiri berasal dari Bahasa Jawa yang berarti Batu Bergoyang, yang dahulunya batu yang berada di puncak ini bisa bergoyang ketika disentuh maupun didorong. Pengelola di sini menjelaskan bahwa Watu Goyang ini tidak pernah roboh walaupun disentuh bahkan dipanjat, tapi walaupun demikian, kini hal itu dilarang oleh para pengelola. Batu tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu loh.

Untuk kamu yang hobi berfoto ria, di kawasan ini juga menyajikan pemandangan dengan latar taman bunga yang cantik, selain itu ada juga spot-spot foto instragammable lainnya seperti spot foto gardu pandang yang berbentuk helikopter, spot foto bunga, spot Gunung Merapi dan masih banyak lagi lainnya. Khusus pemandangan Gunung Merapi, kamu serasa melihat penampakkan lukisan yang dilukis langsung oleh alam. Yakin tidak tergiur untuk berkunjung ke Watu Goyang ini?

Pesona Pantai Sundak Gunung Kidul

Pantai Sundak merupakan salah satu pantai yang ada di Gunung Kidul yang wajib kamu kunjungi, selain hamparan pasir putihnya yang memukau air laut yang ada di Pantai Sundak ini pun tergolong bening serta bersih. Terdapat bukit pemisah antara Pantai Sundak dengan pantai-pantai lain yang ada di sekitarnya.

Di sebelah utara Pantai Sundak terdapat bukit batu karang dan batu kapur yang tingginya sekitar 12 meter, yang uniknya dari beberapa batu karang itu salah satunya kamu bisa menemukan sebuah lotong atau goa, untuk kamu yang ingin memasuki goa tersebut sudah disediakan pemandunya. Menurut sejarah, batu karang yang terdapat goa tersebut awalnya masih terendam air laut, bahkan, air lautnya meluas sampai ke wilayah masjid yang ada di sekitaran pantai ini.

Ketika kamu sampai di Pantai Sundak ini, kamu akan menemukan bebatun karang yang ukurannya kecil berjajar, batu-batu karang tersebut merupakan tempat persembunyian hewan-hewan laut yang kecil, dikarenakan bebatuannya terbilang taja, kamu pun harus tetap hati-hati. Untuk menikmati pemandangan seperti demikian, kamu diharuskan berjalan sampai sejauh 40 meter terlebih dulu ya. Bentuk-bentuk batu karang itu sangat unik dan lucu, karena bentuknya seperti payun.

Yang juga tidak boleh kamu lewatkan ketika mengunjungi Pantai Sundak ini adalah, terdapat fenomena alam yang unik. Akan tetapi, kamu hanya bisa melihatnya jika kamu berkunjung saat musim penghujan. Fenomena yang dimaksud yakni selain volume airnya menjadi lebih besar, akan terlihat aliran air yang mengalir ke lautan. Air lautan tersebut mengalir di sungai dan membelah pasir, maka dari itu daratan di sebelah timur pantai ini menjadi terbelah dan membentuk sebuah sungai.

Pantai Baros; Pesona Alam Dengan Keindahan Hutan Mangrove dan Pohon Bakau

Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal memiliki banyak destinasi pantai yang mempesona, tak heran di kabupaten ini setiap harinya selalu dipadati para wisatawan dari berbagai macam daerah. Salah satu pantai di Bantul yang menarik untuk kamu kunjungi yaitu Pantai Baros, keunikan dari pantai ini yaitu dikelilingi oleh pemandangan lain selain pantai, yakni pemandangan hutan mangrove, dan sering dikerumuni oleh burung-burung yang bertengger di ranting pohon bakau di sekitar pantai.

Sama seperti kebanyakan pantai-pantai yang ada di Bantul, Pantai Baros juga menyuguhkan pesona sunset yang membikin perasaanmu hangat. Udara di sini pun, terkenal segar karena berada di tepian Sungai Opak. Hutan mangrove yang ada di sini juga sering dijadikan sebagai kawasan ekowisata, yang setiap harinya hampir selalu diminati pengunjung. Pantai Baros ini tergolong ramai dikunjungi wisatawan, tidak hanya pada hari libur, hari-hari biasa juga tak kalah ramainya loh.

Spot-spot foto yang bisa kamu ambil di kawasan ini relatif banyak pilihannya, tidak hanya pemandangan pantai dan sunsetnya yang memang terkenal apik, tapi juga banyak dari mereka yang senang menjadikan burung-burung yang bertengger di rantaing pohon-pohon bakau sebagai latar potonya. Dan tentunya, pemandangan hutan mangrove tersebut masih menjadi primadona bagi pencinta swafoto atau para fotografer. Sangking apiknya spot-spot foto di daerah ini, banyak dari masyarakat yang menjadikan tempat ini sebagai foto prewedding. Diyakini, latar pohon bakau itu memberikan kesan romantisnya tersendiri.

Selain pemandangan pantai, hutan mangrove atau pohon-pohon bakau, di sini juga telah difasilitasi dengan pembelajaran menanam pohon bakau yang akan dipandu langsung oleh instruktur-instruktur berpengalaman. Kamu juga bisa menjadikan area pantai ini sebagai tempat camping bersama kawan-kawanmu ya, dan yang terpenting kamu harus jaga kebersihan dan ketertiban yang sudah lama dirawat dengan baik oleh pengelola dan masyarakat sekitar ya.

Candi Pawon; Penyimpan Sejarah Penting Indonesia

Selain Candi Borobudur dan Candi Mendut, salah satu candi peninggalan Budha yang menarik untuk kamu kunjungi yaitu Candi Pawon yang berada di daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini masih sering digunakan untuk upacara Waisak, terdapat dua versi asal muasal nama Candi Pawon tercetus. Versi pertama, dikarenakan lokasi Candi Pawon ini berada di Pulau Jawa, masyarakat sering menganggapnya sebagai area dapur, dan dapur dalam bahasa jawa artinya pawon. Sedangkan versi kedua, kata Pawon itu sendiri berasal dari kata “pawuan” yang dalam bahasa jawa kuno artinya tempat abu yang digunakan pada masa dinasti Syailendra, untuk menyimpan abu jenazah dari Raja Indra, hal itu pun memperkuat akan corak dan kebudayaan Budha-nya.

Dibanding dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut, ukuran Candi Pawon ini relatif lebih kecil, dan uniknya terdapat sebuah bilik yang tersembunyi di tengah-tengah pemukiman warga setempat. Masa pembangunan Candi Pawon ini juga konon dibangun bersamaan dengan Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Prambanan yakni pada pertengahan abad ke 8 Masehi. Selain itu Candi Pawon ini juga memiliki nama lain, yaitu Candi Branjanalan, yang memiliki arti sebagai tempat menyimpan senjata Dewa Indra, yaitu Vajranala. Dewa Indra yang dikenal sebagai Dewa Penguasa Petir dan Halilintar, memiliki senjata tersebut dengan artinya yang tak jauh serupa yakni “vajra” yang berarti Halilintar dan “anala” yang berarti api.

Kalau kamu mengunjungi tempat ini, maka kamu akan menemukan sebuah ornamen kepala raksasa tanpa rahang bawah, masyarakat lebih mengenalnya dengan Ornamen Kalamakara. Ornamen tersebut menurut kepercayaan, mampu mengusir roh-roh jahat yang mengganggu aktifitas manusia, letak ornamen itu berada di atas pintu candi. Di sebelah kiri Ornamen Kalamakara ini, kamu juga akan menemukan ukiran 1904, yang berarti tanda tahun usainya perbaikan candi ini. Perbaikan candi ini dilakukan dibawah kepemimpian Dinas Purbakala dan J.G de Casparis, yang merupakan seorang ahli bahasa dalam sejarah asal Belanda sebagai penanggung jawab.

Menyusuri Keindahan Alam Bawah Tanah di Goa Tanding Gunung Kidul

Saat kamu mengunjungi kota yang terkenal akan gudegnya ini, tidak ada salahnya kamu mampir ke salah satu tempat wisata yang satu ini, dijamin deh.. bisa membuatmu ketagihan untuk mendatanginya lagi, apalagi kamu seorang traveller dan seorang petualang. Wisata tersebut yaitu Goa Tanding, lokasinya berada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Di sana sebenarnya terdapat goa yang cukup populer di kalangan wisatawan, tidak lain dan tidak bukan adalah Goa Pindul. Namun Goa Tanding tak kalah menarik, di goa ini pun panjang dan ruang goanya memiliki ruas yang lebih besar ketimbang Goa Pindul.

Menurut cerita Goa Tanding ini mulai ditemukan oleh masyarakat sekitar yang bernama Mbah Harto Tanding beserta keluarganya, hal itu bermula ketika Mbah Harto ingin membuat sumur dan menamainya dengan Sumur Tanding. Semakin dalam dan semakin dalam ia menggali, alih-alih ingin mendapatkan sumber mata air, linggis yang dipakai untuk menggalinya malah menembus rongga yang menghunjam perut bumi. Maka dinamakannya Goa Tanding ini, konon hasil dari penemuan dari seseorang yang bernama Mbah Harto Tanding.

Goa Tanding ini memiliki kedalaman air yang mencapai hingga 4 meter, kemudian tinggi dari permukaan air sampai atap goa mencapai 5 hingga 16 meter. Goa Tanding ini pun lebih luas dan panjang ketimbang Goa Pindul yang lebih dahulu populer, jika kamu ingin menikmati wahana susur goa waktu yang akan kamu habiskan sekitar 1 jam 30 menit, karena jarak susurnya mencapai 460 meter. Kamu bisa menyusuri sungai bawah tanahnya menggunakan perahu karet yang sudah tersedia, tapi harus berkelompok ya.

Wisata susur sungai bawah tanah ini belakangan semakin populer, tentu hal itu sangat beralasan, karena kamu akan mendapatkan sensasi petualangan yang menegangkan dan mencengangkan. Karena kamu akan melihat bagaimana pemandangan yang jauh dari hiruk pikuk, bahkan menikmati dunia yang seringkali terlupakan dari dunia permukaan bumi. Selain susur sungai. Di sini juga kamu bisa terapi ikan loh, objek terapi ikannya terletak sekitar 20 meter dari goa, tetapi kamu harus turun ke bawah dari arah pintu masuk ya.

Museum Wayang Kekayon; Kekayaan Budaya Wayang Yang Lengkap

Bagi kamu pencinta sejarah dan kebudayaan, apalagi pencinta seni tradisional, tempat wisata yang satu ini sangat cocok untuk kamu kunjungi. Selain sarat akan nilai kebudayaan, tempat wisata ini juga banyak memberikan kita pelajaran berharga akan kekayaan karya anak bangsa. Tempat wisata yang dimaksud yaitu Museum Wayang Kekayon, seperti namanya, museum ini banyak sekali suguhan-suguhan wayang yang menarik untuk kamu ketahui.

Terdapat banyak koleksi wayang di museum ini, beberapa di antaranya adalah Wayang Madya, Wayang Klithik, Wayang Thengul, Wayang Purwa, Wayang Suluh, Wayang Beber, dan masih banyak lagi wayang-wayang lainnya. Di setiap wayangnya tentu saja memiliki makna dan arti sejarahnya masihng-masing, sebut saja Wayang Suluh, ia memiliki makna bagaimana perjuangan Bangsa Indonesia untuk merebut kemerdakaan atas negara-negara yang pernah menjajahnya.

Museum Wayang Kekayon ini berdiri pada tahun 1990, koleksi di dalamnya mulai dari sejarah wayang pada abad ke 6 masehi hingga abad ke 20, dan juga bahan yang dipakai mulai dari kertas, kayu, kain, hingga kulit. Keunikan lainnya yang ada di museum ini adalah, terdapat beberapa poster yang menggambarkan strategi perang, strategi tersebut adalah Strategi Sapit Urang dan Strategi Gajah. Strategi-strategi itu dipakai pada saat perang Baratayuda antara Pandawa dan Kurawa.

Terdapat 9 unit yang ada di Museum Kekayon ini, beberapa di antaranya yaitu, pada unit pertama dan kedua terdapat koleksi Wayang Purwa Gaya Yogyakarta. Koleksi-koleksi Wayang Purwa ini terbilang sangat lengkap, mulai dari wayang tua sampai wayang yang sudah masuk ke era desain sederhana, selain itu terdapat juga manekin, manekin itu adalah Raden Gatotkaca yang tersimpan di dalam kotak besar. Hingga kini koleksi Wayang Purwa masih sangat terawat. Dan masih banyak lagi aneka koleksi wayang di setiap unitnya.

Museum Wayang Kekayon ini berada di kawasan pembelajaran bagaimana mencintai lingkungan dan kebangsaan, serta merawat, melestarikan hingga mengembangkannya agar terus diminati kawla muda. Di sekitar kawasan museum ini juga kamu tidak perlu kaget dengan suguhan lingkungannya yang sejuk dan terasa nyaman, dengan iringan kicauan burung-burung yang tak pernah henti berdatangan.

Pantai Sarangan; Pantai Kecil Berkarang Yang Indah

Terdapat satu pantai di daerah Gunung Kidul yang cukup menarik untuk kamu kunjungi, pantai yang dimaksud yaitu Pantai Sarangan. Bagi kamu yang sudah akrab dengan bagaimana istimewanya Yogyakarta, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan daerah Gunung Kidul yang memang terkenal memiliki banyak pantai yang cantik-cantik. Salah satu keunikan dari pantai ini yaitu bentuknya yang sedikit melengkung dengan garis pantai yang pendek, dengan ukurannya sekitar 200 meter saja.

Ciri khas dari pantai-pantai yang ada di Gunung Kidul yakni pasir pantainya yang berwarna putih bersih, tak terkecuali juga dengan Pantai Sarangan. Keindahan lain yang bisa kamu nikmati di sini ialah, adanya tebing-tebing tinggi yang berdiri kokoh di sepanjang di kanan-kiri pantai. Gelombang air laut di pantai ini tidak terlalu besar, jika kamu pernah mengunjungi Pantai Krakal, Pantai Sarangan ini juga karakteristiknya hampir serupa.

Untuk kamu yang senang berenang, pantai ini terbilang aman. Pantai Sarangan ini diapit oleh dua bukit yang sama indahnya, bukit tersebut yakni Bukit Giri dan Bukit Jujugan. Dari atas puncak kedua bukit tersebut pemandangan sunset atau sunrisenya tampak begitu mempesona. Di pantai ini juga kamu bisa melihat ikan-ikan kecil yang masih berkeliaran di air laut yang cukup tenang, saat surut, terlihat karang-karang yang berserakan. Jadi saat kamu memutuskan untuk berenang, disarankan untuk hati-hati agar tetap nyaman tidak terbentur karang-karangnya.

Balik lagi ke pemandangan kedua bukit itu, dari sana kamu bisa juga menikmati pantai-pantai tetangga yang namanya cukup populer di kalangan wisatawan. Beberapa di antaranya ada Pantai Sundak dan Pantai Krakal. Pantai Sarangan ini terbilang tidak sepi dan tidak ramai juga dikunjungi para wisatawan.

Nuansa Sejuk dan Asri di Air Terjun Randusari

Bukan hanya terkenal dengan wisata sejarah, kuliner, pantai, serta wisata budayanya saja, Daerah Istimewa Yogyakarta juga terkenal akan keindahan wisata air terjunnya yang mengagumkan. Salah satu wisata air terjun yang belakangan sedang ramai diperbincangkan yaitu Air Terjun Randusari, lokasinya berada di Kabupaten Gunung Kidul, salah satu kabupaten yang ada di Yogyakarta yang tidak pernah sepi dari munculnya potensi wisata baru. Air terjun ini sangat cocok bagi kamu yang merindukan kesegaran air alami, dengan suasana yang juga sangat asri.

Ketinggian Air Terjun Randusari ini tergolong cukup tinggi, sekitar 15 meter namun ke dalamannya hanya berkisar 1 hingga 2 meter saja. Pemandangan alam di kawasan air terjun ini dijamin bisa bikin kamu betah berlama-lama menikmatinya, mulai dari pepohonan rindangnya yang berjejer rapi, suara gemericik air terjunnya, dll. Bagi kamu yang ingin berenang di kolam air terjunnya diharapkan untuk berhati-hati ya, karena bebatuan yang ada di sekitarnya cukup licin. Lelah dan penatmu dari aktifitas harian dijamin terobati deh saat kali pertama kakimu melangkah ke kawasan ini.

Dinamakan Air Terjun Randusari, karena di area ini terdapat banyak sekali pohon-pohon randu, atau masyarakat lebih familiar dengan sebutan Pohon Kapuk. Sedangkan kata sari-nya itu sendiri dalam Bahasa Jawa artinya utama. Dahulu tempat ini difungsikan oleh warga sekitar untuk mengambil air bersih, tetapi karena suguhan keindahan alamnya semakin diakui oleh masyarakat secara luas, maka lokasi ini dikembangkan menjadi tempat wisata.

Yang menjadi ciri khas dari air terjun ini adalah bentuk air terjunnya yang menyerupai air terjun kembar, disebut sebagai air terjun kembar karena di lokasi ini terdapat dua sumber air terjun yang mengalir bersebelahan. Sumber mata airnya sendiri berasal dari Mata Air Ngreboh. Perlu diketahui, mata air tersebut tidak pernah mengering walaupun pada saat musim kemarau, setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.