Indahnya Pesona Alam Embung Batara Sriten Yogyakarta

Yogyakarta selalu mampu menawarkan para pengunjungnya dengan pemandangan-pemandangan indah nan memukau. Hal itu sangat beralasan, karena Yogyakarta merupakan kota penyedia sejuta destinasi wisata. Baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, wisata edukasi, wisata religi, dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata lainnya. Kali penulis akan membahas salah satu tempat wisata yang cukup menjanjikan keindahan pemandangannya untuk kamu kunjungi, wisata tersebut yaitu Embung Batara Sriten.

Embung yang satu ini masih tergolong wisata baru, dan masih dalam tahap pengembangan. Walaupun demikian, Embung Batara Sriten ini setiap harinya selalu ramai dikunjungi para wisatawan, karena suguhan pemandangannya yang memang tak perlu kamu ragukan. Embung Batara Sriten ini merupakan sebuah waduk kecil yang ada di puncak Gunung Kidul dan baru diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono x pada tanggal 17 Maret 2019.

Embung ini memiliki ciri khas sekaligus menjadi daya tarik tersendiri, yaitu bentuknya yang elips tak beraturan. Di kawasan Embung Batara Sriten ini dibangun perkebunan buah manggis dan kelengkeng, selain dijadikan tempat wisata, tempat ini juga dijadikan sebagai tempat penampungan air, yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk merawat perkebunannya saat musim kemarau tiba.

Bagi kamu para pencinta foto, tempat ini merupakan pilihan tepat, karena selain penampakan sunsetnya yang memukau, di tempat ini juga kamu akan mendapatkan view yang sangat cantik, yaitu pemandangan dengan latar depan telaga yang berbentuk seperti bumerang.  Selain itu, karena lokasi ini berada di daerah perbukitan, pemandangan bukit hijau yang berada di bawah bukit menjadi pelengkap pesona alam yang disuguhkannya. O ya, tempat ini juga bisa kamu jadikan sebagai tempat camping, dan rasakan bagaimana kesejukan udara yang akan kamu hirup nantinya.

Jika kamu datang bersama rombongan teman atau keluarga, tempat ini juga sudah disediakan gazebo dan bisa juga kamu fungsikan sebagai objek pengambilan gambarmu. Dan bagi kamu yang berkunjung bersama si kecil tercinta, tak perlu khawatir akan keamanannya ya, karena di area sekitar embung ini sudah dilengkapi pagar dengan peringatan serta larangan untuk tidak bersandar di sekitar pagarnya.

Menjelajahi Goa Rancang Kencono Yang Sarat Akan Nilai Sejarah

Di Yogyakarta, tepatnya di daerah Kabupaten Gunung Kidul terdapat satu tempat wisata goa yang cukup menarik untuk kamu kunjungi, namanya Goa Rancang Kencono. Goa ini memiliki sejarah yang cukup berharga, kono sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu di Goa Rancang Kencono ini sudah dihuni oleh manusia. Goa ini sudah digunakan semenjak zaman Kerajaan Mataram Islam berdiri, zaman Megalitikum dan zaman perjuangan setelah kemerdekaan Negara Indonesia. Goa Rancong Kencono ini berbentuk vertikal, yang bertepatan di lokasi pegunungan kapur Gunung Kidul.

Menurut para peneliti, Goa Rancong Kencono ini termasuk sebuah goa purba. Hal itu didukung berkat penemuan tulang belulang yang berumur ribuan tahun dan adanya artefak batu, yang diyakini dijadikan sebagai peralatan kehidupan mereka. Saking berharganya nilai sejarah Goa Rancong Kencono ini, sejarahnya tertulis pada buku Mozaik Pustaka Budaya Yogyakarta yang dibuat oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta pada tahun 2003.

Goa Rancong Kencono ini juga merupakan salah satu tempat persembunyian Laskar Mataram, kisah yang dipercayai adalah pada tahun 1720 Laskar Mataram melakukan perlawanan dari para penjajah Belanda, dan terjadilan pengusiran terhadap penjajah Belanda yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa. Arti dari Rancong Kencono itu sendiri adalah tempat untuk merancang perbuatan yang mulia, berasal dari kata rancang yang dalam bahasa Jawa artinya rencana dan kencono yang bermaknakan mulia.

Di dalam Goa Rancong Kencono ini terbagi atas tiga ruangan. Bagian ruangan pertama, biasa digunakan sebagai tempat berkumpul warga yang sekarang sudah dialihfungsikan sebagai lapangan bulutangkis untuk warga setempat, ruangan itu memiliki luas sekitar 20 m x 20 m. Sedangkan pada bagian ruangan yang kedua, tempatnya lebih sempit dan gelap dibandingkan ruangan yang pertama. Di dalamnya terdapat sebuah arca Kendaraan Dewa Siwi, atau lebih dikenal dengan Arca Nandi.

Dan bagian ruangan terakhir, terdapat lukisan bendera merah putih, lambang garuda, dan terdapat tulisan ‘Prasetya Bhinnekaku’ yang bermaknakan untuk menyemangati Laskar Perang Mataram. Di ruangan yang satu ini, kamu diharuskan berjalan merangkak ya karena jalan menujunya sangat sempit. Bagi kamu pencinta nilai-nilai serta peninggalan sejarah, Goa Rancong Kencono ini merupakan tempat yang tepat. Karena selain kamu berlibur, di sini juga kamu akan turut mempelajari sesuatu yang amat berharga.

Keindahan Pantai Ngrenehan Yang Memikat Hati Wisatawan

Kabupaten Gunung Kidul selalu menjadi primadona bagi para wisatawan, salah satu kabupaten kebanggaan yang dimiliki Kota Yogyakarta ini memang menyimpan sejuta keindahan wisata pantainya. Pantai-pantai yang ada di sana pun sangat beragam, kamu tinggal memilih wisata pantai yang seperti apa yang kamu inginkan, di sini dijamin lengkap. Mulai dari pantai yang sudah termahsyur namanya seperti Pantai Baron, Pantai Drini, Pantai Siung dan yang lainnya, hingga pantai-pantai yang belum terkenal. Nah, salah satu pantai yang belum banyak diketahui, tapi keindahan alamnya sangat berpotensi ada di Pantai Ngrenehan.

Yang unik, sekaligus menjadi ciri khas dari pantai ini adalah, kau bisa melihat bagaimana indahnya kumpulan batu karang yang berada di sekitar pantai yang membentuk seperti teluk. Di pantai yang satu ini terdapat tempat pelelangan ikan, jadi jika kamu berminat mendapatkan harga ikan yang relatif murah kamu bisa ikut andil dalam pelelangan ikan tersebut, dan yang pasti ikannya segar-segar loh. Di sini juga kamu tak perlu asing dengan pemandangan cangkang kecil di sekitar bibir pantai, yang jika dilihat dari kejauhan nampak menyerupai koral laut.

Konon, nama Pantai Ngrenehan itu sendiri merupakan pemberian dari Raden Fatah yang kala itu menjabat sebagai Raja Demak. Saat itu, Raden Fatah mengunjungi pantai ini untuk mencari ayahnya yang melarikan diri bersama istrinya, karena menolak untuk menjadi seorang muslim. Pencarian Raden Fatah itu disebut-sebut sebagai sesuatu yang nihil. Maka sejatinya kata Ngrenehan itu mempunyai arti ‘sini’ dari asal kata ‘reneh’, kata tersebut dipercaya sebagai suatu ajakan, ajakan untuk Raden Fatah itu sendiri untuk mendatangi pantai ini.

Saat kamu sampai di Pantai Ngrenehan ini, kamu akan segera disuguhkan dengan pemandangan pantai yang bernuansakan klasik, dan tentunya ditambah dengan keindahan alam pantainya seperti pada umumnya. Di pantai ini juga selain kamu bisa menikmati pasir putihnya yang jernih, juga kamu bisa melihat gagahnya tebing-tebing yang ada di sekelilingnya. Di tambah, kamu juga akan ditawarkan pemandangan perahu para nelayan yang saling bertautan dengan pepohonan dan laut biru. Terasa sempurna bukan?

Belajar Sekaligus Berwisata Di Museum Puro Pakualaman

Mendengar kata Yogyakarta, sudah tentu apa-apa yang berhubungan dengan sejarah dan budaya sangat melekat terhadapnya. Makan tak heran Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya, salah satu faktor terbesarnya yakni karena Yogyakarta menyimpan sejarah-sejarah penting yang dimiliki Indonesia. Selain itu, banyaknya museum, wisata edukasi hingga wisata cagar budaya menjadi faktor pendukung lainnya. Nah kali ini, salah satu Museum yang seringkali menjadi buah bibir masyarakat akan kami bahas pada artikel ini, nama wisata museum sejarah dan budaya yang dimaksud adalah Museum Puro Pakualaman.

Museum Puro Pakualaman ini didirikan pada masa pemerintahan Paku Alam V, bangunan museum itu memiliki luas sekitar 816 m2. Museum ini juga merupakan museum khusus yang menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan semasa Paku Alaman bertahta, di dalamnya terdapat beragam barang peninggalan sejarah yang bernilai tinggi yang merupakan peninggalan-peninggalan zaman VOC. Peninggalan-peninggalan tersebut terbagi atas tiga bagian.

Ruangan bagian pertama, terdapat daftar silsilah keluarga Paku Alam, foto-foto dari Paku Alam itu sendiri, kesemua itu berasal dari dokumen perjanjian politik bersama Inggris dan Belanda. O ya, di ruangan pertama ini pula terdapat denah Puro Pakualaman. Sedangkan di ruangan bagian kedua, terdapat peralatan yang pernah digunakan pada masa kejayaan Puro Pakualaman. Kamu juga bisa melihat koleksi pakaian prajurit, pakaian Permaisuri Pangeran Adipati Praja Pakualaman hingga koleksi kostum tari, dan masih banyak lagi koleksi kostum-kostum lainnya.

Dan terakhir pada ruangan bagian ketiga, terdapat kereta kuda yang dikenal dengan namanya Kereta Kiai Manik Koemolo. Perlu kamu tahu bahwa kereta kuda itu merupakan hadiah dari Raffles untuk Pakualam pada tahun 1814. Kerete kuda tersebut berada tepat di belakang istana. Yang tak kalah menarik untuk kamu lewatkan yaitu, adanya tempat meditasi raja yang berada di bawah Pohon Gandaria.

Museum Puro Pakualaman sendiri mulai mendapat perbaikan pada tahun 1981 oleh persetujuan Sri Paku Alam, dan tak ketinggalan pula Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta yang ikut andil di dalamnya. Museum Puro Pakualaman ini mulai diresmikan pada tanggal 29 Januari tahun 1981.

Menikmati Keindahan Yogyakarta Dari Ketinggian Watu Amben

Di Kabupaten Gunung Kidul, salah satu kabupaten kebanggaan yang dimiliki Yogyakarta terdapat satu wisata alam yang sedang ramai diperbincangkan. Nama wisata itu adalah Watu Amben, kalau kamu tahu wisata Bukit Bintang yang hits itu, nah lokasi Watu Amben ini dekat dari situ. Nama Watu Amben sendiri diambil dari istilah Bahasa Jawa, yang artinya batu tempat tidur. Unik kan namanya?

Diartikan dengan batu tempat tidur, karena Watu Amben ini memilki bentuk batu yang besar serta rata yang menyerupai ranjang. Wisata Watu Amben ini masih tergolong baru, dan pengunjungnya pun belum dapat dikatakan banyak. Akan tetapi, soal keindahan yang disuguhkannya tak usah lagi diragukan, kamu akan melihat pemandangan Yogyakarta yang istimewa dari sini.

Sebelum dikenal banyak orang dan sebelum diresmikan menjadi tempat wisata, Watu Amben ini dulunya digunakan warga sekitar untuk tempat istirahat, saat mereka sedang mencari rerumputan untuk hewan-hewan ternaknya. Menurut cerita, Watu Amben ini juga dulunya merupakan tempat istirahat Kerajaan Mataram sambil melihat pemandangan yang ada di bawahnya.

Saat kamu berkunjung ke tempat wisata yang satu ini, terdapat beberapa fasilitas pendukung yang membuat kamu nyaman. Ada gazebo, yang bisa kamu gunakan untuk melihat pemandangan yang sejuk nan segar. Selain itu terdapat beragam menu makanan yang tersedia di warung sekitar, pemandangan yang ada di Watu Amben ini membuat rasa penak kamu akan hilang dan kenyamanan kental terasa di area ini.

Di Watu Amben ini menyuguhkan beberapa pemandangan yang cantik, ada landscape Kota Yogyakarta, dan yang lebih memukau lagi adalah pemandangan gunung-gunung Yogyakarta di antaranya Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Sumbing. Tapi view tersebut hanya akan kamu dapatkan kala cuaca sedang cerah ya. Sejauh ini, Watu Amben ini lebih ramai dikunjungi wisatawan pada saat malam hari, karena pesona yang romantis dan syahdu akan kental sekali terasa.

Panorama Yang Memukau Ada di Pantai Ngrenehan

Kabupaten Gunung Kidul selalu menjadi primadona bagi para wisatawan, salah satu kabupaten kebanggaan yang dimiliki Kota Yogyakarta ini memang menyimpan sejuta keindahan wisata pantainya. Pantai-pantai yang ada di sana pun sangat beragam, kamu tinggal memilih wisata pantai yang seperti apa yang kamu inginkan, di sini dijamin lengkap. Mulai dari pantai yang sudah termahsyur namanya seperti Pantai Baron, Pantai Drini, Pantai Siung dan yang lainnya, hingga pantai-pantai yang belum terkenal. Nah, salah satu pantai yang belum banyak diketahui, tapi keindahan alamnya sangat berpotensi ada di Pantai Ngrenehan.

Saat kamu sampai di Pantai Ngrenehan ini, kamu akan segera disuguhkan dengan pemandangan pantai yang bernuansakan klasik, dan tentunya ditambah dengan keindahan alam pantainya seperti pada umumnya. Di pantai ini juga selain kamu bisa menikmati pasir putihnya yang jernih, juga kamu bisa melihat gagahnya tebing-tebing yang ada di sekelilingnya. Di tambah, kamu juga akan ditawarkan pemandangan perahu para nelayan yang saling bertautan dengan pepohonan dan laut biru. Terasa sempurna bukan?

Yang unik, sekaligus menjadi ciri khas dari pantai ini adalah, kau bisa melihat bagaimana indahnya kumpulan batu karang yang berada di sekitar pantai yang membentuk seperti teluk. Di pantai yang satu ini terdapat tempat pelelangan ikan, jadi jika kamu berminat mendapatkan harga ikan yang relatif murah kamu bisa ikut andil dalam pelelangan ikan tersebut, dan yang pasti ikannya segar-segar loh. Di sini juga kamu tak perlu asing dengan pemandangan cangkang kecil di sekitar bibir pantai, yang jika dilihat dari kejauhan nampak menyerupai koral laut.

Konon, nama Pantai Ngrenehan itu sendiri merupakan pemberian dari Raden Fatah yang kala itu menjabat sebagai Raja Demak. Saat itu, Raden Fatah mengunjungi pantai ini untuk mencari ayahnya yang melarikan diri bersama istrinya, karena menolak untuk menjadi seorang muslim. Pencarian Raden Fatah itu disebut-sebut sebagai sesuatu yang nihil. Maka sejatinya kata Ngrenehan itu mempunyai arti ‘sini’ dari asal kata ‘reneh’, kata tersebut dipercaya sebagai suatu ajakan, ajakan untuk Raden Fatah itu sendiri untuk mendatangi pantai ini.

Menelusuri Goa Gelatik Yang Eksotis dan Bersejarah

Kalau kamu pernah datang berkunjung ke Yogyakarta, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama daerah Gunung Kidul. Ya, tempat ini memang terkenal akan wisata pantainya yang berjumlah puluhan bahkan ratusan, tidak hanya banyak namun juga memiliki keindahan yang tak perlu diragukan. Tapi perlu kamu tahu, Gunung Kidul juga tidak melulu soal wisata pantainya, ada juga wisata lainnya yang tak kalah menarik. Salah satunya yaitu Goa Gelatik.

Asal muasal goa ini ditemukan yaitu berkat penemuan dari seorang sesepuh, ia mengatakan bahwa di daerah tersebut terdapat goa yang menarik yang terkubur di bawah tanah. Hal itu pun membuat warga menjadi penasaran, lalu mereka sepatak untu menggali dan mencari goa yang dimaksud. Pencarian dan penggalian pun dilakukan, hingga memakan waktu selama 4 hingga bulan.

Sebenarnya nama asli dari Goa Gelatik adalah Goa Gelatik Lorong Sewu, dan nama Goa Gelatik itu sendiri diambil dari nama Burung Gelatik. Konon, di dalam goa ini dulunya terdapat banyak burung gelatiknya. Goa ini memiliki ukuran panjang sekitar 400 meter, dulunya goa ini digunakan sebagai tempat untuk betapa dan menenangkan diri, karena tempatnya yang panjang dan gelap dirasa efektif dan mendukung untuk aktifitas tersebut.

Goa ini masih terbilang cukup alami, dan di dalamnya terdapat stalaktit dan stalakmit yang masih aktif hingga kini. Ada juga banyak tetesan-tetesan ait yang berasal dari bebatuan yang membuat ruangannya terasa lembab, di dalamnya pun belum ada penerangan lampu jadi jangan kaget jika kamu merasakan kegelapan yang pekat di sini. Bagi kamu yang ingin mengunjungi Goa Gelatik ini, disarankan untuk ditemani oleh pemandu lokal ya.

Asri dan Hijaunya Wisata Puncak Kuda Sembrani

Kaya akan wisata alam, sejarah, budaya, edukasi, religi dan lainnya merupakan sederet julukan yang tersemat pada Daerah Istimewa Yogyakarta, hal tersebut tentu saja tidak salah namun ada yang kurang jika tidak memberi julukan lainnya, yaitu kaya akan wisata perbukitannya juga. Ya, Yogyakarta terbilang kota yang lengkap, khususnya dalam hal pariwisata.

Salah satu kabupaten yang ada di Yogyakarta disebut-sebut memiliki kelengkapan destinasi-destinasi wisata yang telah disebutkan, yaitu Kabupaten Kulon Progo. Nah, di Kulon Progo inilah terdapat wisata perbukitan yang indah nan  mempesona, namanya Puncak Kuda Sembrani. Puncak Kuda Sembrani merupakan salah satu objek wisata alam yang terkenal akan keasriannya.

Di sana kamu akan serba dimanjakan dengan hawanya yang sejuk, didukung dengan lingkungan yang masih terbilang bersih. Sejauh matamu memandang, kamu juga akan dimanjakan dengan hamparan hijau yang menyegarkan mata. Puncak Kuda Sembrani ini sudah cukup termahsyur namanya di kalangan masyarakat, maka tak heran di tempat ini para pengunjung tak henti-hentinya berdatangan baik pada hari biasa apalagi saat hari libur.

Spot favorit yang dijadikan objek foto di Puncak Kuda Sembarani ini adalah, puncak yang membelakangi hamparan luas persawahan dan pepohonan yang masih rindang dan asri. Dan jika berbicara soal wisata bukit, ada yang kurang rasanya jika kita tidak membicarakan soal pemandangan sunsetnya. Ya, moment matahari tenggelam itu seakan tak pernah ada habisnya menjadi daya magis para wisatawan, nah, di Puncak Kuda Sembrani ini pun dijamin kamu akan mendapatkan view sunset yang memukau.

Selain menawarkan pemandangan yang cantik, Puncak Kuda Sembrani ini juga sering dijadikan lokasi prewedding bertemakan outdoor. Karena memang latar serta pemandangan di sini tak perlu diragukan akan keistimewaannya. Di samping itu, dikarenakan medannya yang cukup luas dan sulit untuk dijangkan, wisata Puncak Kuda Sembrani ini juga sangat cocok bagi kamu yang suka berpetualang atau tracking di tempat-tempat yang memacu adrenalin.

Pesona Wisata Air Terjun Setawing Yang Elok

Yogyakarta memiliki tempat wisata alam perbukitan yang menawan, nama perbukitan itu adalah perbukitan menoreh. Panorama landskap yang indah dengan diserai udara yang sejuk, membuat perbukitan menoreh menjadi salah satu tempat wisata yang wajib kamu kunjungi. Keindahan perbukitan menoreh itu dilengkapi dengan beberapa tempat wisata yang cukup terkenal namanya, yaitu ada Puncak Suroloyo, Kebun teh dan Kalibiru.

Akan tetap bukan nama-nama yang disebutkan yang akan kami bahas pada tulisan kali ini, melainkan terdapat satu wisata air terjun yang tak kalah indahnya. Air terjun yang dimaksud ialah Air Terjun Setawing. Air Terjun Setawing ini merupakan wisata air terjun yang ada di daerah Kabupaten Kulon Progo, salah satu kabupaten kebanggaan yang dimiliki Yogyakarta karena menyimpan kekayaan alam yang melimpah.

Masyarakat sekitar lebih mengenal Air Terjun Setawing ini dengan sebutan Curug Setawing, yang unik sekaligus menjadi ciri khas dari Air Terjun Setawing ini yaitu air terjunnya berada di atas ketinggian perbukitan menoreh itu, dengan tinggi sekitar 45 meter dari permukaan laut. Keunikan lainnya yang dimiliki air terjun ini yaitu bentuknya yang berundak-undak, jadi jika air terjun dari atas akan secara otomatis melebar jatuh karena mengenai beberapa batu tebing.

Pada umumnya, wisata air terjun akan terlihat maksimal saat debit airnya deras atau di saat musim penghujan. Berbeda halnya dengan Air Terjun Setawing ini, ia akan tetap memiliki debit air yang cukup sehingga tidak memudarkan keindahannya, walaupun akan terlihat lebih indah dan enak dilihat saat musim hujan tiba. Jika kamu ingin berkunjung ke tempat ini saat musim penghujan, diharuskan untuk berhati-hati ya, karena jalan menuju ke lokasinya sangat licin.

Mengunjungi Air Terjun Setawing merupakan pilihan tepat, bagi kamu yang ingin merasakan kesejukan serta ingin menghilangkan rasa penat. Karena di sini kamu akan dimanjakan dengan udaranya yang segar, suasana yang masih asri serta kejernihan air terjunnya yang mampu menenangkan hati. kamu juga bisa mengabadikan moment tak terlupakan dengan kawan, keluarga maupun pasangan dengan background air terjun yang memukau.

Mempelajari Saksi Sejarah Penjajahan Jepang di Goa Jepang Kaliurang

Kita semua pasti telah mengetahui bahwa negara kita pernah dijajah oleh Jepang sekitar 3,5 tahun lamanya, dan selama masa penjajahan itu Jepang telah menyisakan berbagai peninggalan sejarah di seluruh penjuru daerah yang ada di indonesia, tak terkecuali di Yogyakarta. Salah satu peninggalan sejarah Jepang yang banyak tersebar di Indonesia yaitu goa, dan di Yogyakarta terdapat satu goa yang dijadikan tempat wisata karena nilai sejarahnya yang cukup tinggi, goa yang dimaksud adalah Goa Jepang.

Sebenarnya goa yang ada di Yogyakarta terbilang cukup banyak, salah satu yang cukup terkenal di telinga masyakarat sekitar adalah Goa Jepang yang letaknya berada di Gunung Merapi bagian selatan, tepatnya berada di Kecamatan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika kamu berangkar dari arah kota, kurang lebih jarak yang musti kamu tempuh ialah sekitar 27 Km. Sesampainya di sana, dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk sampai di Goa Jepang Kaliurang, dan jangan lupa sebelum itu kamu diharuskan membeli tiket terlebih dahulu ya.

Kamu tidak perlu kaget dengan rute yang nanti kamu temukan, karena akan memaksamu untuk naik seolah sedang mendaki gunung. Tapi kamu tak usah khawatir, akses jalan yang tersedia sudah cukup aman, karena pihak pengelola dari Taman Nasional Gunung Merapi telah membangun jalan dari batu. Tak jauh dari sana, kamu akan menemukan percabangan jalan yang mengarah ke Bukit Plawanga. Sekitar 45 menit waktu tempuh yang sudah kamu lalui, kamu akan sampai di lokasi tujuan yakni di Goa Jepang dan kamu akan langsung disambut dengan pintu goa di samping jalan.

Di Goa Jepang ini, terdapat bebeapa mulut goa yang tersambung satu sama lainnya, di goa ini akan sangat gelap sekali karena kamu tidak akan menemukan alat bantu penerangan sama sekali, dan cahaya matahari pun tidak tembus ke dalamnya. Bagi kamu yang ingin menjelajahi Goa Jepang Kaliurang ini sekaligus mengetahui seputar sejarahnya, lebih baik kamu didampingi oleh pemandu ya.